Home News Sandi Sebut Wajar Papua Marah Karena Kemiskinan, Yunarto: Ini Menghina Orang Miskin!

Sandi Sebut Wajar Papua Marah Karena Kemiskinan, Yunarto: Ini Menghina Orang Miskin!

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno menganggap wajar jika masyarakat Papua marah, atas diskriminasi yang terjadi, karena ketimpangan ekonomi yang ada tergolong memprihatinkan.

Sandi menyebut tingkat kemiskinan masyarakat Papua 8 kali lipat dibandingkan warga Jakarta. Hal itu mengacu kepada Badan Pusat Statistik(BPS). Sandiaga Uno menyebutkan angka kemiskinan di Papua meningkat hampir 60 ribu orang sejak tahun 2014 hingga 2018.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di Jakarta yang hanya 3,5%, jumlah penduduk miskin di Papua mencapai 28%. Sementara Papua Barat hampir 23%.

Berkat pernyataan yang dikeluarkan Sandi sontak menjadi bahan viral bagi para penikmat dunia Internet terutama Media Sosial di Indonesia.

Seperti halnya akun resmi Twitter Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, @yunartowijaya menyatakan bahwa apa yang dikatakan Sandi sangat bertolak belakang dengan kenyataanya.

“Jadi Kalo orang kaya dikatain monyet gak akan marah? Ini sih menghina orang miskin namanya….,” kicaunya, Jumat (22/8).

Tak hanya Yunarto, akun Bhakti Samudera (@BhaktiSamudera) menyebutkan bahwasanya bukan karena kemiskinan yang membuat mereka marah, akan tetapi sikap sandilah yang melihat kemiskinan sebagai sesuatu hal berbeda.

“Bukan kemiskinan yang membuat mereka marah. Tetapi, sikapmu yang melihat kemiskinan sebagai sesuatu yang membuat mereka tampak berbeda di matamu,” kicaunya.

Akun @mulutmertua menyebutkan bahwa Sandi sama sekali tidak tau apa bedanya isu rasial dengan ketimpangan ekonomi.

“@sandiuno tau gak sih bedanya isu rasial dengan ktimpangan ekonomi?? Yang mnyulut emosi itu bukan karena faktor kemiskinan masyarakat Papua, tapi karena triakan rasis mreka ndull. Untung loe ga jadi wapres. Kalau wapres model kek gini gimana nasib bangsa kdepan?” kicaunya. (Aku).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here