Home News RI Susah Maju karena Literasi Keuangan Rendah, Cuma 37%

RI Susah Maju karena Literasi Keuangan Rendah, Cuma 37%

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Tingkat inklusi keuangan di Indonesia memang sudah membaik mendekati angka 80% namun hal ini belum diimbangi dengan literasi keuangan atau melek keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 37%.

Oleh sebab itu, Menurut Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Ahmad Solichin Lutfiyanto, ini menjadi tantangan besar bagi industri perbankan di Indonesia.

“Penetrasi keuangan di Indonesia sudah hampir 80%, masalah utamanya bukan inklusi, tapi yang terbesar adalah literasi keuangan,” kata Direktur Jaringan dan Layanan BRI ini, dalam webinar secara daring, Selasa (17/11).

Dengan tingkat literasi yang baru 37% dari total penduduk lebih dari 268 juta jiwa atau baru 99,16 juta masyarakat yang sudah melek akan produk jasa keuangan. Hal tersebut menyebabkan kontribusi terhadap perekonomian masih belum optimal.

“Jika tingkat literasi keuangan minimal 50% penduduk, multiplier efeknya akan luar biasanya,” ujanya.

Solichin mengakui ada tiga isu utama dalam masalah literasi keuangan di Indonesia, pertama, masalah literasi itu sendiri. Cukup sulit untuk mengedukasi sebanyak 268 juta dengan latar belakang dan demografi yang beragam. Oleh karena itu, menurut dia, tugas literasi keuangan harus melibatkan stakeholeder seperti OJK dan industri keuangan terkait lainnya secara bersama-sama

“Saat ini tidak mungkin tugas yang besar dilakukan sendiri-sendiri,” katanya.

Salah satu upaya yang didorong ke depan adalah memperluas peran agen Laku Pandai dari yang hanya kepanjangan tangan bank untuk mempercepat literasi keuangan masyarakat, mereka akan didorong sebagai advisory.

Adapun dua isu lainnya adalah terus meningkatkan akses terhadap industri perbankan. Di sini, peran kantor cabang bank dan jasa keuangan harus dioptimalkan. Terakhir melalui penggunaan teknologi untuk memperluas coverage masyarakat yang belum terakses literasi keuangan.(Ktn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here