Home Wilayah Geopark Kaldera Toba Diresmikan April 2020, Bupati Kebumen Kunker ke Samosir

Geopark Kaldera Toba Diresmikan April 2020, Bupati Kebumen Kunker ke Samosir

0
SHARE

Matanurani, Samosir – Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Wakilnya Juang Sinaga menyambut baik kedatangan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan rombongan termasuk pengelola Geopark Kebumen, Rabu (30/10) di Aula Kantor Bupati Samosir jalan Rianiate Pangururan.

Dalam pertemuan itu Bupati Rapidin mengatakan bahwa bupati itu bukan superman yang bisa dalam sekejap mengerjakan seluruh program.

Oleh karena itu sambung Rapidin program itu bisa dikerjakan setelah menjalin diskusi dengan OPD dan membangun komitmen bersama agar pekerjaan program berjalan dengan baik.

“Dalam hal ini Pemkab Samosir menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder mendukung dengan diterimanya Geopark Kaldera Toba yang nantinya akan diresmikan pada bulan April tahun mendatang,” sebut Rapidin.

Dijelaskan Rapidin, pengusulan Geopark Kaldera Toba sudah beberapa kali ditolak. Penolakan ini karena terlalu banyak yang ikut campur, kesannya seperti pahlawan kesianganlah. “Kita yang di kabupaten atau daerah objek diabaikan, ternyata hasilnya nol juga dan ditolak”.

“Namun setelah turut serta Menteri Pariwisata, Pemkab dan beberapa pengelola Geopark di karantina untuk pembuatan doser (proposal) akhirnya berhasil dan April tahun 2020 akan diresmikan,” jelas Simbolon.

Ditambahkan Rapidin, dalam hal penilaian banyak faktor yang dilihat oleh Unesco termasuk dari sisi kehidupan kemudian budaya orisinal semua ditunjukkan. “Jadi intinya komitmen dan keseriusan,” sebut Rapidin kepada Bupati Kebumen.

Sementara itu Badan Pengelola Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba Wilmar Simanjorang menjelaskan perjuangan masuk ke Unesco sangat berliku hingga beberapa kali gagal.

“Tentang Toba masuk geopark itu sangat berliku karena dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba ada 4 daerah yang masuk area geopark, hanya bupati Samosir yang sangat mengetahui geopark yang diinisiasi pada Tahun 2012,” kata Wilmar.

Dikatakannya, didalam pengelolaan Geopark harus mengedukasi masyarakat lalu memperkenalkan geopark itu kepada pelajar supaya mereka mengunjungi geosite-nya dan mempostingnya di media sosial.

Di Geopark Samosir pengunjung selalu berswafoto lalu diposting, berarti pengunjung ikut mempromosikan selain Geopark Kabupaten Samosir memiliki banyak kekayaan alam dibarengi dengan keindahan Danau Toba, kata Wilmar.

Wilmar menyarankan agar Pemkab Kebumen dan pengelola geoparknya, jangan sampai melupakan peta geositenya dan membangun komitmen dengan SKPD yang mendukungnya. Geopark Kaldera Toba lulus pada 31 Agustus 2019 dan akan diresmikan bulan April 2020.

Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz mengatakan kunjungan kerja ini untuk mengetahui metode yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga bisa lulus menjadi Geopark Unesco.

“Geopark Karangsambung-Karangbolong mencakup luasan sekitar 543.599 kilometer persegi. Geopark ini terdiri dari situs warisan geologi dan bentang alam di Kawasan Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung dan Kawasan Bentang Alam Gombong Selatan,” ujar Mahfudz.

Selanjutnya Bupati Yazid menjelaskan kawasan Geopark Karangsambung- Karangbolong telah mendapat sertifikat sebagai Geopark Nasional.

“Kawasan Geopark Nasional tersebut meliputi 12 kecamatan dan 117 Desa, melihat luasan kawasan tersebut tentu banyak program kegiatan dan langkah yang harus dilakukan oleh Pemkab Kebumen termasuk bekerjasama, sinergi dengan berbagai pihak baik intern jajaran Pemkab maupun dengan berbagai stakeholder yang ada.

“Namun demikian kami perlu banyak belajar dalam hal ini, agar nantinya Geopark Karangsambung- Karangbolong menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sekaligus konservasi alam,” harap Bupati Kebumen itu. (Sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here