Home News Prediksi Ekonomi Tahun Depan Positif, SMRC: Hanya 15 Persen Warga Yang Menilai...

Prediksi Ekonomi Tahun Depan Positif, SMRC: Hanya 15 Persen Warga Yang Menilai Buruk

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Prediksi eknomi Indonesia pada tahun 2021 diyakini pemerintah bisa tubuh positif meski masih dilanda Covid-19.

Keyakinan serupa muncul dari mayoritas masyarkat yang dilakukan survei oleh Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC).

Direktur Ekseutif SMRC, Sirojudin Abbas mengatakan, hasil survei yang didapat dari hasil wawancara via telpon dengan 1.202 responden di seluruh provinsi Indonesia memberikan hasil positif terhadap pemerintah.

“Warga yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik atau jauh lebih baik sekitar 53 persen,” ujar Sirojudin Abbas dalam jumpa pers virtual, Selasa (29/12).

“Sementara, yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk 15 persen, dan yang menyatakan tidak ada perubahan 22 persen,” sambungnya.

Menurut Abbas, data ini menunjukkan terjadinya peningkatan optimisme masyarakat terhadap ekonomi nasional tahun depan. Karena berdasarkan hasil survei tujuh bulan lalu (5-6 Mei 2020), persentase warga yang merasa optimis baru sebanyak 27 persen. Sementara sekarang mencapai 53 persen.

“Ini menandakan peningkatan harapan masyarakat bahwa kondisi ekonomi akan semakin baik,” sambungnya.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi tahun depan tersebut, menurut Abbas menjadi penting. Karena sekarang ini,mayoritas masyarakat menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk.

Tercatat, sekitar 79 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu. Tapi, yang merasa lebih baik atau jauh lebih baik hanya 4 persen, dan sekitar 15 persen merasa tidak ada perubahan.

Lebih lanjut, Sirojudin Abbas melihat 80 persen warga yang menganggap kondisi ekonomi nasional saat ini buruk atau jauh lebih buruk bisa berubah cara pandangnya dari enam bulan yang lalu.

“Pada pertengahan Mei lalu, persentase warga tentang ekonomi nasional adalah yang terburuk sejak awal reformasi. Saat itu yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia buruk mencapai 92 persen,” tuturnya.

“Jadi, kalau sekarang yang menyatakan buruk adalah 79 persen, itu tetap menunjukkan adanya penurunan sentimen negatif tentang kondisi ekonomi Indonesia,” demikian Sirojudin Abbas.

Survei nasional SMRC ini dilakukan melalui wawancara via telepon kepada 1.202 responden yang dipilih secara acak (random), pada 23-26 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9 persen. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here