Home News Polri: Rapid Test Tak Menjamin Seseorang Dipastikan Positif Covid-19

Polri: Rapid Test Tak Menjamin Seseorang Dipastikan Positif Covid-19

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Hasil rapid test tak bisa menjadi jaminan mengetahui positif tidaknya seseorang terhadap virus corona atau Covid-19.

Seperti yang terjadi pada 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri yang melakukan rapid test. Meski dinyatakan positif, namun bukan berarti terjangkit Covid-19.

Begitu yang ditegaskan oleh Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafak, Rabu (1/4).

“Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan Covid-19 meskipun hasil tes positif, karena rapid test ini akurasinya hanya kurang lebih 80%, itupun bukan alat test khusus Covid-19,” kata dia.

Terhadap 300 orang yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test, Musyafak telah merontgen paru-paru guna mengetahui ada tidaknya gangguan pada tempat pertukaran oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah yang dimiliki manusia itu.

“Ternyata dari hasil foto rontgen yang dilaksanakan semua dalam batas normal, artinya tanda-tanda Covid-19 gangguan pneumonia negatif,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung Musyafak, Polri tetap memberlakukan penanganan kesehatan layaknya penanganan kesehatan terhadap ODP (orang dalam pengawasan) bagi 300 siswa yang terindikasi tersebut dengan isolasi dan pemberian vitamin secara rutin serta olahraga ringan teratur.

“Nanti hari ke-15 kita akan laksanakan pemeriksaan dengan PCR (polymerase chain reaction) untuk mengetahui apakah memang positif Covid-19 atau tidak,” tutupnya.(Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here