Home News PMI Manufaktur RI Naik ke 50,6 per November 2020

PMI Manufaktur RI Naik ke 50,6 per November 2020

0
SHARE
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Matanurani, Jakarta  — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan indikator Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 50,6 per November 2020. Angkanya naik dari posisi Oktober 2020 yang berada di level 47,8.

Indikator itu berasal dari laporan IHS Markit. Jika indikator PMI melewati batas 50, artinya industri di negara itu memasuki tren ekspansif. Sebaliknya, jika indikator PMI di bawah 50, maka industri sedang terkontraksi.

Dengan realisasi ini, Airlangga mengatakan industri di Indonesia sudah mulai bergerak setelah dihantam pandemi covid-19. Menurutnya, operasional perusahaan rata-rata menunjukkan sinyal positif karena permintaan masyarakat mulai pulih.

“Pemulihan ekonomi sudah terjadi pada dua sisi, yaitu sisi permintaan dari perbaikan inflasi dan sisi produksi dari kenaikan indeks PMI,” ucap Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/12).

Airlangga memaparkan rata-rata utilitas industri pada April-Oktober 2020 sebesar 56,5 persen. Angkanya naik dari posisi April-September yang sebesar 55,3 persen.

“Peningkatan utilitas terjadi pada beberapa sektor industri antara lain industri percetakan, bahan kimia, logam dasar, komputer dan barang elektronik, dan industri alat angkutan lainnya,” jelas Airlangga.

Namun, Airlangga bilang laporan IHS Markit memberikan catatan kepada Indonesia bahwa ekspansi pabrikan masih terbatas. Laporan itu menyatakan investasi yang terjadi hanya berupa kelanjutan kapasitas produksi dan pesanan periode sebelumnya.

“Oleh karena itu, upaya untuk mendorong permintaan domestik sangat penting dalam mendukung ekspansi kapasitas produksi dan pesanan baru,” tutur Airlangga.

Untuk menjaga momentum perbaikan indeks PMI, tambah Airlangga, pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada industri kecil menengah (IKM) dan padat karya. Pemerintah juga akan tetap memberikan dukungan dalam pembiayaan usaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan aturan.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here