Home News PGI Imbau Warga Gereja Ibadah di Rumah

PGI Imbau Warga Gereja Ibadah di Rumah

0
SHARE
A picture taken on March 6, 2020 in Zagreb, shows a poster bearing warning against the new covid-19 coronavirus in a tram. - Coronavirus has infected more than 100,000 people across 91 countries globally, according to an AFP tally on March 6, 2020. (Photo by Denis LOVROVIC / AFP)

Matanurani, Jakarta – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mendukung penuh langkah pemerintah yang membatasi mobilitas penduduk, termasuk ketika melakukan ibadah. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus korona yang melanda Indonesia.

“Saya menyambut positif dan mendukung imbauan Presiden agar membatasi mobilitas penduduk, terutama untuk kumpul-kumpul, termasuk ibadah,” kata Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom, di Jakarta, Minggu, (15/3).

Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah mengedarkan imbauan kepada warga jemaat Gereja untuk mempertimbangkan alternatif persekutuan dan ibadah. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.

“Saya juga sudah menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif persekutuan dan ibadah dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi digital dengan mengembangkan e-church,” ucapnya.

Untuk ibadah Minggu ini, misalnya, sudah ada sejumlah Gereja yang menerapkan penggunaan media sosial dalam beribadah. Khotbah atau renungan disampaikan melalui radio maupun video streaming.

“Hari ini ada beberapa gereja yang sudah menerapkannya. GKI Pondok Indah dan JPCC tidak menyelenggarakan ibadah di Gereja, tetapi tetap ada khotbah dan renungan yang disampaikan lewat radio dan/atau video streaming. Warga dapat bergabung dengan e-church tersebut,” ucap Gomar.

Kendati demikian diakui, imbauan tersebut belum sepenuhnya bisa diterapkan di seluruh Gereja. Mengingat antara Gereja yang satu dengan lainnya tentu memiliki kelengkapan infrastruktur yang berbeda.

“Memang belum banyak gereja yang siap karena masalah infrastruktur. Tapi saya kira ke depan akan lebih siap, sehingga umat dapat beribadah dari rumah,” kata Gomar.

Untuk Gereja yang masih menyelenggarakan ibadah, PGI juga mengimbau menyediakan fasilitas cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh. Semuanya pun sebaiknya di tempatkan di sekitar pintu masuk Gereja.

“Kemarin telah saya imbau untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh umat di pintu masuk dan agar melakukan disinfektan ruang ibadah sebelum ibadah dimulai,” ucapnya.

Saat ini PGI sendiri berharap seluruh warga Gereja dapat ikut serta dalam menanggulangi penyebaran virus korona. Semuanya dilakukan agar penyebaran virus tersebut dapat segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktifitas seperti biasa.(Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here