Home News Pengusaha Ultramikro Ujung Tombak Kemerdekaan Ekonomi

Pengusaha Ultramikro Ujung Tombak Kemerdekaan Ekonomi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta– Para pelaku usaha ultramikro (UMi) yang produktif dengan jumlah besar di Indonesia, merupakan ujung tombak bagi kemerdekaan ekonomi Indonesia di tengah ancaman terjadinya resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hal ini berdasarkan target pemerintah terkait kontribusi sektor ultramikro (Umi) terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 61% pada 2020. Tentu, hal ini memerlukan strategi edukasi sekaligus upaya nyata agar pelaku usaha UMi dapat terus menjaga produktivitas mereka dan mampu bertahan.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah menuturkan, berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk melindungi kelompok ultramikro yang berada dalam tekanan akibat pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi berat seperti sekarang, pendampingan mutlak diperlukan oleh para pelaku usaha UMi yang jumlahnya sangat besar. Mereka adalah ujung tombak kemerdekaan ekonomi. Kita bangga pada ultra mikro di Indonesia, karena pelaku usaha sektor ini terbukti ulet dan mudah beradaptasi. Untuk itulah, produktivitas mereka harus terjaga guna menggerakkan roda perekonomian,” tutur dia, Rabu (19/8).

Menurut dia, sejumlah langkah dilakukan pemerintah bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa Pandemi Covid-19. Pertama, penanganan pandemi Covid-19 secara cepat, tepat dan tegas, serta penerapan protokol kesehatan ketat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Kedua, dia melanjutkan, penundaan pembayaran utang atau kredit untuk menjaga likuiditas keuangan UMKM dan pemberian bantuan dosial. Ketiga, kebijakan struktural disektor keuangan dan fiskal serta pemberian insentif khusus untuk dapat bangkit kembali setelah pandemi Covid-19.

Adapun solusi menengah hingga panjang, kata dia, adalah mempersiapkan UMKM agar siap menghadapi era industri 4.0 dan pemanfaatan dan pendampingan UMKM dalam pemasaran digital melalui e-commerce dan media sosial serta platform digital lainnya. Kedua, memanfaatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dimiliki oleh perusahaan swasta dan badan usaha badan usaha milik negara dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi setelah Covid-19. Ketiga, dia menerangkan, pemerintah bersama swasta secara bersama berkomitmen untuk dapat menjaga dan mengembangkan eksosistem perekonomian yang mengikutsertakan UMKM di dalamnya.

Dia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan PIP sebagai badan layanan umum (BLU) yang menyalurkan pembiayaan UMi saat ini adalah menjalankan strategi jangka pendek pemerintah yakni memberikan pelatihan literasi digital bagi usaha ultra mikro sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Perubahan orientasi penjualan melalui dunia digital merupakan salah satu bentuk adaptasi kebiasaan baru bagi usaha ultra mikro di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian PIP karena apabila pelaku usaha ultra mikro gagal beradaptasi dengan kondisi saat ini, kemampuan mereka untuk berkembang juga terhambat,” tegas dia.

Per Juni 2020, PIP telah menyalurkan kredit UMi senilai Rp 7 triliun untuk 2,2 juta pengusaha. Dari jumlah tersebut, 54% penerima manfaat kredit UMi mengambil pinjaman senilai Rp 2,5 juta dengan 89% tenor pinjaman tujuh bulan hingga setahun.

“PIP mengharapkan kredit UMi bisa menumbuhkan dan memperkuat kemandirian usaha di seluruh masyarakat di Indonesia,” tegasnya. (Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here