Home News Pemimpin Dunia Janji Percepat Obat dan Vaksin Covid-19

Pemimpin Dunia Janji Percepat Obat dan Vaksin Covid-19

0
SHARE
A TV grab taken from the World Health Organization website shows WHO Chief Tedros Adhanom Ghebreyesus via video link as he delivers a news briefing on COVID-19 (novel coronavirus) from the WHO headquarters in Geneva on March 30, 2020. - More than 35,000 people have died worldwide from the coronavirus pandemic since it emerged late last year in China, most of them in Europe, according to an AFP tally at 1615 GMT on March 30, 2020, using official figures. (Photo by - / AFP)

Matanurani, Jakarta – Jenewa – Para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk pengujian serta penyediaan obat dan vaksin Covid-19 yang akan dibagikan ke seluruh dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut bergabung dalam inisiatif percepatan yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bergabung dalam konferensi video untuk meluncurkan inisiatif yang disebut WHO sebagai “kolaborasi penting” untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan obat-obatan yang aman dan efektif, pengujian, dan vaksin untuk pencegahan, serta diagnosa dan perawatan Covid-19. Mereka juga memastikan akses perawatan yang sama untuk kaya dan miskin.

“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan pendekatan bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan virtual tersebut, Jumat (24/4).

“Pengalaman telah memperlihatkan sekalipun alat telah tersedia, mereka tidak tersedia secara sama untuk semua. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tambah Tedros.

Selama pandemi flu babi H1N1 pada 2009, muncul kritik akibat distribusi vaksin tidak merata sebab negara-negara kaya bisa membeli lebih banyak.

“Kita harus memastikan orang-orang yang membutuhkan mendapatkannya. Pelajaran dari AIDS harus diingat. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat-obatan anti-retovirus dapat diakses secara luas,” kata kepala dana global untuk melawan AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Peter Sands.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan tujuan dari upaya janji global pada 4 Mei adalah mengumpulkan 7,5 miliar euro (Rp 126 triliun) untuk meningkatkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

“Ini hanya langkah pertama, tapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan di masa depan,” katanya.

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah, dan Amerika juga bergabung dalam konferensi video WHO itu, namun beberapa negara besar tidak berpartisipasi termasuk Tiongkok, India, dan Rusia. Juru bicara untuk misi AS di Jenewa telah menyatakan AS tidak akan bergabung.

CEO aliansi vaksi, GAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan lebih dari 100 vaksin potensial untuk Covid-19 sedang dikembangkan, termasuk enam diantaranya sudah masuk uji klinis.

“Kita harus memastikan terdapat cukup vaksin untuk semua orang. Kami membutuhkan kepemimpinan global untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan para kandidat vaksin,” kata Berkley dalam konferensi pers di Jenewa.

Lebih dari 2,7 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia dan lebih dari 190.000 orang telah meninggal dunia. “Saat diagnostik, perawatan, dan vaksin sudah tersedia, kami punya tanggung jawab untuk mengeluarkannya secara adil dengan pemahaman bahwa seluruh nyawa sama berharganya,” kata Melinda Gates dari Yayasan Gates, yang menjadi donatur terbesar kedua untuk WHO pada 2019.(Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here