Home News Pemerintah Guyur Insentif Tangkal Corona, Defisit APBN Bakal Melebar

Pemerintah Guyur Insentif Tangkal Corona, Defisit APBN Bakal Melebar

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui dengan stimulus paket insentif yang diguyur pemerintah pusat untuk mengantisipasi dampak virus corona, defisit APBN 2020 bakal lebih lebar dari target.

Adapun target defisit yang ditetapkan pemerintah tahun ini sebesar 1,76 persen.

“Jadi kalau ekonomi turun, penerimaan pajak lemah, kita memang harus siapkan diri untuk tingkatkan defisit. Kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, yang terjadi procyclical. Ekonomi lemah, pemerintah tetap mau potong semua belanja maka ekonomi nyungsep,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (26/2)

Untuk tetap menjaga kinerja perekonomian yang melemah akibat ancaman virus corona ke perekonomian mulai terasa, pemerintah mengguyur anggaran sebesar Rp 10,3 triliun untuk stimulus.

Paket insentif tersebut ditujukan kepada industri pariwisata, baik dalam bentuk diskon tiket pesawat, insentif untuk maskapai dan travel agent yang menarik wisatawan asing hingga pemebebasan pajak hotel dan restoran.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan defisit yang melebar pun bisa dibiayai dengan utang melalui penerbitan obligasi.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembiayaan utang sebesar Rp 351,85 triliun dalam APBN 2020.

“Defisit itu dibiayai dari pembiayaan. Hari ini kita bisa issue bond 30 tahun dengan suku bunga di bawah 3 persen. The good thing is the lowest interest rate. Tugas kami melakukan counter siklus ekonomi, itu yang kita lakukan,” ujar Sri Mulyani.

“Dan tetap melakukan pengelolaan secara hati-hati dan prudent, namun tidak berarti kami tidak merespon kondisi ekonomi yang terus berubah,” jelas dia.

Namun demikian, Sri Mulyani belum mengetahui sejauh mana defisit anggaran akan melebar. Menurut dia, pemerintah pun masih memiliki ruang untuk pelebaran defisit.

“Nanti dilihat, hitungannya kombinasi berbagai hal, tapi kita sudah antisipasi karena UU APBN 2020 defisit desain 1,76 persen cukup konservatif, tapi nanti kita akan liat roomnya masih sangat ada,” ungkap dia.(Kps).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here