Home News Pemerintah Dukung Pembangunan Industri Berkelanjutan

Pemerintah Dukung Pembangunan Industri Berkelanjutan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah bertekad untuk menyukseskan ekonomi sirkular dengan mendukung pembangunan industri berkelanjutan melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelangsungan proses produksi dengan memberikan jaminan ketersediaan dan kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dan/atau bahan penolong, baik yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) maupun dari hasil daur ulang, serta kebijakan lainnya untuk meningkatkan daya saing kegiatan usaha dan kawasan industri itu sendiri,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (6/4).

Susiwijono mengatakan saat ini pembangunan industri sedang dihadapkan pada persaingan global yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri nasional.

Indonesia, kata dia, telah mengadopsi konsep ekonomi sirkular ke dalam visi dan strategi pembangunan, khususnya pada lima sektor industri, yaitu makanan dan minuman, konstruksi, elektronik, tekstil, dan plastik.

“Tindak lanjutnya yaitu dengan penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) dan menjadikan ekonomi sirkular sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” tuturnya.

Pendekatan sirkular, lanjut Susiwijono, berpotensi menghasilkan tambahan PDB sebesar Rp593 triliun sampai Rp638 triliun di 2030, serta mengurangi limbah tiap sektor sebesar 18 persen sampai 52 persen di 2030 dan juga menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di 2030.

Oleh karena itu, dia mengajak agar stakeholder terkait mendukung dan bersinergi dengan pemerintah dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat sinergi dalam menghidupkan kembali ekonomi pasca Covid-19 serta meningkatkan kinerja melalui implementasi ekonomi sirkular yang mendukung pembangunan rendah karbon dan kontribusinya terhadap pencapaian target pembangunan, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Selain itu, Susiwijono juga mengatakan bahwa melalui pembangunan industri penghasil barang-barang yang bisa diekspor atau diimpor, tentu akan meningkatkan keberhasilan ekspor-impor.(Aku).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here