Home News Pegiat Lingkungan Gelar Aksi di Puncak Perayaan Harling

Pegiat Lingkungan Gelar Aksi di Puncak Perayaan Harling

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Sejumlah pegiat lingkungan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar aksi protes sampah impor pada puncak perayaan hari lingkungan hidup sedunia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat di Alun-Alun Karawang.

Menggunakan penutup muka dan masker, sambil membentangkan spanduk bertuliskan ‘Indonesia bukan tempat sampah Amerika Serikat’, para pegiat lingkungan melakukan aksi diam dengan membawa tiga karung sampah dan tong berisi sampah impor yang didatangkan salah satu anak perusahaan Sinarmas di Karawang.

Aksi mereka pun mengundang antusias warga untuk berswafoto di acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Karawang.

“Kami secara tegas menolak adanya sampah impor dari Amerika dan negara lainnya,” kata Sekretaris ForkadasC+ ( Forum komunikasi daerah aliran sungai Citarum) Yuda Febrian seperti dikutip dari media, Minggu (21/7).

Yuda menyatakan dari data Bali Fokus, perusahaan PT Pindo Deli 3 selama 2019 mengimpor sampah untuk bahan baku kertas sebanyak 74.177,784 ton. Impor bahan baku pabrik kertas di Karawang ini meningkat 1.106% dibandingkan tahun 2018 yang memiliki total 6.705,234 ton.

Akibat peningkatan itu, sampah impor pun berceceran di tengah pemukiman warga Tamanmekar dan Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Warga setempat pun diiming-imingi untuk mengelola sampah untuk mencari uang dollar yang tercecer di dalam sampah.

“Rencana pembuatan insenerator oleh pihak perusahaan kertas di Karawang yang juga diamini oleh Pemkab Karawang, tidak menyelesaikan masalah. Bahkan, malah menambah beban pencemaran lingkungan Karawang. Sama saja dengan Karawang sebagai tempat sampah Amerika Serikat,” katanya.

Ia meminta agar Bupati Karawang secara tegas melakukan penolakan terhadap sampah impor. “Amerika Serikat merupakan pengekspor sampah terbanyak ke Karawang dengan jumlah 26.582 ton pada 2019. Disusul dengan sampah dari negara Inggris, Australia, Swiss, Spanyol, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia dan Singapura,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Wawan Setiawan mengatakan pihaknya telah memberikan sanksi yang tegas kepada PT Pindo Deli 3 yang sampah impornya berceceran di masyarakat. “Mereka sudah menarik sampah-sampah itu dari masyarakat,” ungkap Wawan.

Sampah-sampah impor yang saat ini masih berceceran, menurut Wawan, berasal dari perusahaan kertas Kabupaten Bekasi. Pihaknya telah melakukan protes kepada DLHK Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Karena kita di Karawang tidak memiliki akses untuk menutup perusahaan di Bekasi,” pungkasnya. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here