Home News Organisasi Buruh Transportasi Dunia Surati Jokowi Soal Garuda

Organisasi Buruh Transportasi Dunia Surati Jokowi Soal Garuda

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Federasi Serikat Pekerja Transportasi Internasional¬† (ITF) menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perselisihan antara¬† Ikatan Awak Kabin (Ikagi) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), dengan manajemen.

Mengutip surat yang ditandatangani oleh Sekretaris organisasi itu Stephen Cotton, International Transport Workers Federation (ITF) menyatakan perselisihan ini terkait dengan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara serikat pekerja dengan Garuda Indonesia.

Perselisihan terjadi karena Ikagi tak diikutsertakan dalam negosiasi pembentukan perjanjian tersebut. Surat sendiri dikirimkan pada 29 Mei 2019 lalu.

Lembaga ini menaungi serikat pekerja di sektor transportasi di 147 negara untuk membantu anggotanya mendapatkan hak, kesetaraan, dan keadilan.

“ITF mewakili pekerja di Garuda Indonesia sehubungan dengan sengketa yang berlangsung terkait PKB,” tulis Cotton dalam surat tertanggal 29 Mei 2019, yang dikutip pada Rabu (25/12).

ITF meminta Jokowi melakukan intervensi agar Garuda Indonesia mengikuti hukum internasional yang berlaku. Terlebih, dalam pertemuan tingkat menteri sebelumnya, Cotton menyebut Garuda Indonesia harus menyertakan Ikagi dalam penyusunan PKB.

“Karena mereka (Ikagi) adalah serikat pekerja yang mewakili sebagian besar awak kabin dan menjadi serikat pekerja dengan anggota kelompok pekerja terbesar,” kata Cotton.

Surat ini merupakan balasan atas keluhan Ikagi kepada ITF mengenai perselisihannya dengan APG, Sekarga, dan manajemen Garuda Indonesia.

Zaenal Muttaqin, Ketua Umum Ikagi mengirimkan surat kepada ITF untuk meminta dukungan pada 8 Maret 2019 lalu. Zaenal menuliskan bahwa pihaknya telah meminta manajemen Garuda Indonesia untuk melakukan mediasi dengan APG dan Sekarga agar dilibatkan dalam pembentukan PKB.

Hanya saja, permintaan Ikagi tersebut tidak direspons manajemen yang saat itu masih dikendalikan oleh Ari Askhara sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

“Ikagi hanya terlibat ketika draft PKB sudah disiapkan oleh serikat pekerja lain (APG dan Sekarga),” tulis Zaenal.

Zaenal menyatakan seharusnya proses negosiasi dilakukan oleh seluruh serikat pekerja di perusahaan, yakni APG, Sekarga, dan Ikagi. Menurutnya, ketidakikutsertaan Ikagi akan mempengaruhi isi dari draft PKB dengan manajemen.

Keikutsertaan seluruh serikat kerja dalam pembuatan PKB dengan manajemen, kata Zaenal, sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 28 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan Serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.

Selain itu, aturan pembuatan PKB juga tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Zaenal mengkonfirmasi bahwa surat itu memang dikirimkan kepada ITF karena manajemen Garuda Indonesia tak juga menanggapi keluhan yang disampaikan oleh pihak Ikagi.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here