Home News Netizen Serukan #PrayforAnyer dan #PrayforLampung

Netizen Serukan #PrayforAnyer dan #PrayforLampung

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Peristiwa tsunami yang terjadi Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam mengakibatkan kawasan pesisir Anyer dan Lampung porak poranda.

Ada dua tagar yang terkait peristiwa tsunami tersebut yang menjadi trending di Twitter, yakni #PrayforAnyer serta #PrayforLampung.

Pengguna internet menyampaikan ucapan turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi malam tadi dan menimbulkan sejumlah korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa tersebut menewaskan 43 orang dan korban luka sebanyak 584 orang tersebut.

Turut berduka cita atas bencana Tsunami yg menimpa Anyer, Lampung dan sekitarnya. Turut berduka juga untuk @seventeenband Doa ku menyertai alm Bani & Oki 😥🙏 #PrayForAnyer#PrayForLampung #PrayForBanten#PrayForSeventeenBand

— RINA (inaokem) (@inaokem) December 23, 2018

Turut berduka cinta untuk korban tsunami Banten dan Lampung Selatan #PrayForAnyer

— Yundai (@yundaisaputri) December 23, 2018

Turut berduka atas bencana di Banten dan Lampung Selatan.
Dengan adanya bencana ini, semoga membuat kita semakin bertaqwa pada Allah Ta’ala#PrayForAnyer #Lampung

— Elya Nurvita (@luvee_elya) December 23, 2018

Selain itu, pengguna internet juga mendoakan agar para korban yang hilang bisa segera diketemukan.

Semoga korban yang hilang segera diketemukan dan berkumpul lagi dengan keluarga#PrayForAnyer#TsunamiAnyer

— Yuli Astuti (@yuliastuti8721) December 23, 2018

Innalillahi, semoga keadaan orang-orang disana cepat ditemukan dan baik baik saja #PrayForAnyer #PrayforBanten

— nan da (@kungfunandaa) December 23, 2018

Turut berduka cita atas musibah yg dialami. Semoga korban tidak bertambah dan yg belum ditemukan cepat di temukan 🙏 #PrayForAnyer

— Hana wahyuningtyas (@hanawahyu3) December 23, 2018

Tsunami di Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.27 WIB. BNPB memaparkan fenomena tsunami Selat Sunda pada Sabtu malam termasuk langka dan hingga kini penyebabnya belum bisa dipastikan.

“Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan resminya.

Di sisi lain, hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejauh ini memaparkan gelombang tinggi kemarin dipicu karena cuaca, bukan gempa bumi.

Laporan tim lapangan BMKG juga menambahkan bahwa gelombang tinggi kemarin diperparah oleh hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di perairan Anyer dan Lampung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here