Home News Neraca Dagang Defisit, Ekonom: Bukti Industri Manufaktur Tertekan

Neraca Dagang Defisit, Ekonom: Bukti Industri Manufaktur Tertekan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019 mengalami defisit USD3,20 miliar. Defisit ini lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang sebesar USD8,6 miliar.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai, defisitnya neraca perdagangan menunjukkan bahwa industri manufaktur nasional masih tertekan. “Ini mengindikasikan manufaktur sedang tertekan,” ujar Bhima di Jakarta, Rabu (15/1).

Kendati defisit menurun, Bhima menilai kinerja neraca perdagangan belum bisa dikatakan membaik. Pasalnya, kata dia, ekspor hanya tumbuh 1,28%. Perbaikan datang dari merosotnya impor sebesar 5,62%. Jika dirinci, impor yang turun adalah bahan baku (-11%), disusul impor barang modal (-2,16%). “Padahal dua jenis impor tersebut digunakan untuk proses produksi manufaktur,” imbuhnya.

Sebagai indormasi, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 lalu mengalami defisit sebesar USD30 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan neraca dagang bulan November 2019 yang mengalami defisit sebesar USD1,38 miliar.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here