Home Nasional YLKI Menilai Uang Elektronik Rugikan Konsumen

YLKI Menilai Uang Elektronik Rugikan Konsumen

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Uang elektronik seperti e-toll menjadi alat transaksi yang memudahkan, baik untuk konsumen maupun operator tol. Kebijakan uang elektronik gencar dikampanyekan pemerintah menuju cashless society. Namun, konsumen siap-siap mendapat beban tambahan karena akan dikenakan biaya isi ulang atau top up elektronik.

Seperti dikutip  dari sindo, Senin (18/9), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak rencana Bank Indonesia karena dinilai kontraproduktif. Selain kebijakan itu demi kepentingan pemerintah, konsumen sejak awal sudah berkontribusi dengan potongan harga kartu.

YLKI berpendapat, tambahan biaya hanya bisa ditoleransi jika isi ulang dilakukan menggunakan bank lain.

Bank Indonesia selaku regulator mengaku masih mengkaji kebijakan tersebut dan berjanji mendengar aspirasi  konsumen. Beban biaya isi ulang kepada konsumen direncanakan antara Rp 1.000 – 1.500.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here