Home Nasional Upah Petani Hingga Buruh Perkotaan Tergerus Inflasi April 2019

Upah Petani Hingga Buruh Perkotaan Tergerus Inflasi April 2019

0
SHARE
Ilustrasi Petani

Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat adanya kenaikan upah nominal buruh atau pekerja di Indonesia pada April 2019. Kenaikan tersebut terjadi baik untuk buruh tani maupun buruh informal perkotaan seperti buruh bangunan, potong rambut wanita maupun pembantu rumah tangga.

Namun begitu, upah riil yang mereka terima cenderung mengalami penurunan akibat terjadinya inflasi yang cukup tinggi di pedesaan maupun perkotaan. BPS mencatat bahwa inflasi dipedesaan dan diperkotaan pada April masing-masing 0,81 persen dan 0,44 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, menyebutkan bahwa rata-rata upah nominal buruh tani nasional pada April 2019 naik sebesar 0,15 persen, yakni dari sebesar Rp53.873 per hari pada Maret 2019, menjadi Rp53.952. Sementara itu upah riil turun 0,66 persen, dari sebesar Rp38.561 menjadi Rp38.305.

“Tipis sekali hanya 0,15 persen, tapi karena pada April 2019 dipedesaan terjadi inflais 0,81 persen sehingga sebabkan upah riil buruh tani turun 0,66 persen,” kata dia dikantornya, Jakarta, Rabu, (15/5).

Begitu juga untuk rata-rata untuk upah buruh bangunan tukang bukan mandor. Pada April 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen, dari sebelumnya sebesar Rp 88.637 per hari menjadi Rp88.664. Akan tetapi upah riilnya turun 0,41 persen dari sebelumnya Rp65.237 menjadi Rp64.969.

Sementara itu, rata-rata upah nominal potong rambut wanita per kepala padda April 2019 dibanding Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen, yaitu dari Rp27.577 menjadi Rp27.585 per hari. Upah riilnya April 2019 dibanding Maret 2019 turun sebesar 0,41 persen, yaitu dari Rp20.296 menjadi Rp20.213.

Adapun untuk rata-rata upah nominal untuk pembantu rumah tangga pada April 2019 dibanding Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen, yaitu dari Rp407.992 menjadi Rp408.685. Upah riilnya April 2019 dibanding Maret 2019 turun sebesar 0,27 persen, yaitu dari Rp300.281 menjadi Rp299.469.

“Kenaikan upah nominalnya tidak mampu mengkompensasi inflasi yang sebesar itu sehingga upah riil buruh juga turun,” tegasnya.

Sebagai informasi, upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian
yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Upah riil buruh atau pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh atau pekerja. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here