Home Nasional UNCTAD: RI Naik Posisi ke 4 Negara Tujuan Investasi Prospektif

UNCTAD: RI Naik Posisi ke 4 Negara Tujuan Investasi Prospektif

0
SHARE
Ilustrasi

Matanurani, Jakarta – United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) merilis hasil survei dalam laporan the World Investment Report 2017: Investment and the Digital Economy. Dari hasil survei itu menyebutkan kalau investasi langsung oleh asing secara global bakal naik 5 persen menjadi US$ 1,8 triliun pada 2017.

Arus investasi asing sempat turun 2 persen menjadi US$ 1,75 triliun pada 2016. Namun, investasi asing secara langsung akan meningkat pada 2017 didorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi di seluruh wilayah di dunia. Ini dipicu adanya pertumbuhan perdagangan dan pemulihan keuntungan perusahaan.

Dalam laporan itu juga menyebutkan kenaikan arus investasi langsung masih berlanjut hingga 2018 yang mencapai US$ 1,85 triliun. Meski demikian, arus investasi langsung itu masih di bawah dari puncaknya mencapai US$ 1,9 triliun pada 2007.

Berdasarkan prediksi, Amerika Serikat (AS), China dan India menjadi negara tujuan prospektif untuk investasi langsung. Berdasarkan survei UNCTAD kepada eksekutif bisnis menyatakan kalau mereka yakin terhadap perkembangan ekonomi di Asia.

Prospek arus investasi asing langsung lainnya juga cukup positif untuk sebagian besar wilayah lainnya kecuali Amerika Latin dan Karibia, dan negara berkembang lainnya yang diharapkan mencapai keuntungan 10 persen.

“Jalan menuju pemulihan ekonomi penuh untuk investasi langsung memang tidak mudah atau masih naik turun. Akan tetapi kami sangat optimistis. Meski laporan ini memproyeksikan kenaikan moderat pada 2017, faktor lainnya seperti meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan dapat mempengaruhi skala kenaikan,” ujar Sekretaris Jenderal UNCTAD, Mukhisa Kituyi, seperti dikutip dari keterangan tertulis di laman UNCTAD, Jumat (9/6).

Laporan UNCTAD terbaru menunjukkan, kalau Amerika Serikat menjadi penerima arus investasi asing terbesar mencapai US$ 391 miliar pada 2016. Atau naik 12 persen dari tahun sebelumnya Diikuti Inggris Raya, Irlandia Utara sebesar US$ 254 miliar. China berada di posisi ketiga dengan arus investasi US$ 134 miliar atau turun tipis.

Pada 2016, penurunan mencapai 2 persen untuk arus investasi asing secara global. Ini terjadi di tengah melemah-nya pertumbuhan ekonomi dan risiko kebijakan yang signifikan seperti yang dirasakan perusahaan multinasional.

Aliran dana investasi yang masuk ke negara berkembang juga terpukul. Nilai investasi-nya turun 14 persen menjadi US$ 646 miliar. Namun kontribusi negara berkembang juga signifikan untuk jajaran negara dengan aliran dana investasi asing yang besar.

Survei the World Investment Report 2017 juga memantau aktivitas bisnis internasional di sejumlah wilayah menemukan kalau arus dana investor asing yang masuk jajaran 20 terbesar juga mencapai US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

Kegiatan arus dana investasi investor asing di negara masuk G20 dan APEC sangat mempengaruhi tren arus dana investasi asing global. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here