Home Nasional TKN Minta Polisi Tindak Tegas Pria yang Ancam Jokowi di Video Demo...

TKN Minta Polisi Tindak Tegas Pria yang Ancam Jokowi di Video Demo Bawaslu

0
SHARE
Ace Hasan Syadzily

Matanurani, Jakarta – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, meminta polisi menindak tegas pria yang mengancan memenggal kepala capresnya di vidoe saat demonstrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

Ia mengatakan polisi bisa memproses secara hukum pernyataan tersebut lantaran ada peraturan perundang-undangannya.

“Kedua, walaupun saya yakin Pak Jokowi akan memaafkan orang ini, saya kira penegak hukum harus bertindak untuk memberikan efek jera kepada orang seperti ini. Harus diberikan hukuman yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ace, Minggu (12/5).

Ia mengatakan polisi perlu bertindak tegas agar tak ada lagi pihak yang mengumbar kebencian secara berlebihan.

Terlebih, lanjut Ace, Jokowi merupakan Presiden yang masih menjabat hingga 20 Oktober mendatang.

Karenanya, ia menilai semua pihak sekalipun berbeda sikap politik dengan capres petahana harus menghormatinya selaku simbol negara.

“Terlepas dari apapun, Pak Jokowi itu Presiden Republik Indonesia. Kita harus hormati beliau sebagai simbol negara,” tutur Ace.

“Dimana letak akhlak mereka sebagai orang yang mengaku beragama tetapi berkata kebencian dan menghalalkan untuk membunuh. Apalagi menggunakan istilah “memenggal kepala” dan disandingkan dengan kata “demi Allah”. Nyata dan jelas sekali bahwa itu kata-kata kebencian,” lanjutnya.

Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan video yang menggambarkan seorang pria mengancam akan memenggal Jokowi saat berdemonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI ke Polda Metro Jaya, Sabtu (11/5).

Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, pihaknya melaporkan pria dalam video beserta pembuat video tersebut.

“Ini kan sangat meresahkan sekali. Kalau seandainya proses demokrasi ini selalu di bawah ancaman. Ini bahaya, yang bahaya bukan kita ya, tapi demokrasinya,” kata Immanuel kepada wartawan.

Laporan tersebut diterima dengan nomor registrasi LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 207 KUHP dan Pasal 27 Ayat (4) UU ITE. (Kps).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here