Home Nasional TKN: Jokowi Tidak Tuduh Rusia, Tapi Ungkap Strategi Konsultan Asing

TKN: Jokowi Tidak Tuduh Rusia, Tapi Ungkap Strategi Konsultan Asing

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menilai istilah ‘propaganda Rusia’ bukan menyebut negara Rusia secara negara atau pemerintahan. Menurut Juru Bicara TKN, Abdul Kadir Karding, yang dikatakan Jokowi ialah penggunaan strategi menghembuskan kabar bohong oleh konsultan asal negara tersebut.

“Yang dimaksud itu bukan Rusia sebagai negara, pemerintah, bangsa. Tetapi dugaan dibantu oleh konsultan dari Rusia dengan mengembangkan strategi politik menebar ketakutan, pesimisme dan memproduksi hoaks di tengah masyarakat,” kata Karding, Senin (4/2).

Menurut Karding, kekhawatiran itu masuk akal. Konsultan dan metode yang digunakan hampir serupa dalam kampanye-kampanye calon presiden di beberapa negara.

Fenomena post-truth, mengesampingkan fakta dan menyebarkan opini, diyakini memberikan banyak pengaruh bagi pemilih. Strategi atau propaganda itu, lanjut Karding, kemudian menggunakan isu populis untuk menarik simpati masyarakat.

“Beliau sangat khawatir, jangan sampai beberapa kejadian di negara lain bisa terjadi di Indonesia. Di mana politik yang dibangun itu adalah politik dengan strategi yang kita sebut dengan firehose of falsehood,” kata Karding.

“Kita ketahui bahwa ada kelompok-kelompok politik atau calon-calon pemimpin diduga kuat menggunakan konsultan asing. Konsultan asing yang selama ini juga mereka ini membangun narasi bahwa Pak Jokowi ini antek asing. Justru sebaliknya Pak Jokowi lagi bekerja keras membangun kedaulatan dan kemandirian Indonesia,” ucapnya.

Karding yang juga politisi PKB itu melihat, narasi pesimis dan antek asing berupaya mengalihkan publik atas capaian Jokowi selama ini. Ia menyebut, Pemerintahan Jokowi berhasil meneguhkan kembali soal kedaulatan energi dengan mengembalikan sejumlah blok minyak dan tambang dari kekuasaan asing, seperti Mahakam, Freeport, dan Rokan, dan beberapa blok lain.

“Jadi kalau kemudian Pak Jokowi menyampaikan (klarifikasi) itu ke publik, saya kira itu sesuatu yang memang harus disampaikan karena kalau tidak berbahaya apa yang kebohongan, kenyinyiran, terus menerus dibangun bisa dipersepsi kebenaran politik yang berbahaya,” kata Karding. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here