Home Nasional Tjahjo Sebut Lapor Jokowi Agar Tak Buat Perppu untuk KPU

Tjahjo Sebut Lapor Jokowi Agar Tak Buat Perppu untuk KPU

0
SHARE
Mendagri Tjahjo Kumolo.

Matanurani, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan membuatkan peraturan pengganti undang-undang (Perppu) untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pencetakan surat suara khusus untuk daftar pemilih tambahan (DPTb) Pemilu 2019.

Tjahjo mengaku sudah melapor ke Presiden Joko Widodo bahwa tidak perlu mengeluarkan Perppu.

Menurut Tjahjo, Perppu hanya dibuat untuk merespons keadaan mendesak. Sementara saat ini KPU masih memiliki banyak opsi selain penerbitan Perppu.

“Karena itu bukan kegentingan yang memaksa. Apakah ada jaminan kalau ada Perppu akan simpel? Belum tentu. Di DPR akan dibahas juga pasti akan merembet ke hal-hal yang lain. Ini (penerbitan perppu) akan mengganggu tahapan menurut saya,” ujar Tjahjo di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (25/2).

Tjahjo mengatakan sudah melapor ke Jokowi bahwa tidak perlu mengeluarkan Perppu. “Kami serahkan pada KPU itu baru usulan Mendagri ke Mensesneg untuk bisa disampaikan ke Presiden dan Wapres, kalau masukan Kemendagri tidak perlu (Perppu),” ucap dia

Dia juga menyarankan kepada KPU untuk menggunakan cara lain. Misalnya menerbitkan peraturan KPU (PKPU) sebagai landasan.

“Karena kertas suara yang digunakan (untuk pemilih dalam DPTb) paling kertas suara pilpresnya saja. Menurut saya lebih baik aturannya cukup PKPU,” ucapnya.

Sebelumnya, KPU merilis data bahwa ada 275.923 orang pemilih sudah melakukan proses pemindahan tempat memilih hingga 17 Februari 2019. Mereka tercatat dalam DPTb Pemilu 2019.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan pihaknya sedang menghadapi potensi kekurangan surat suara. Viryan menyebut diprediksi akan ada setengah juta pemilih yang pindah memilih.

Sementara surat suara cadangan di setiap TPS hanya dua persen. KPU membutuhkan landasan hukum untuk bisa mencetak surat suara khusus DPTb.

“Perppu menjadi salah satu alternatif tercepat. Kenapa demikian? Karena surat suara ini hampir selesai dicetak dan didistribusikan. Perlu waktu bagi kita untuk menyiapkan dan mempacking itu,” ujar Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (21/2). (Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here