Home Nasional Sri Mulyani: Aset Pemerintah RI Capai Rp 4.799 Triliun

Sri Mulyani: Aset Pemerintah RI Capai Rp 4.799 Triliun

0
SHARE

Matanurani,  Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, total aset pemerintahsaat ini mencapai Rp 4.799 triliun. Pemerintah tengah memulai penilaian kembali barang milik negara (BMN) supaya memperoleh nilai terkini dan kemudian tercatat di neraca negara.

“Saya tadi pagi sebelum masuk ke sini cek eselon I Kementerian Keuangan posisi aset neraca kita berapa, saya lihat di handphone Rp 4.799 triliun,” kata dia di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Selasa (29/8).

Sri Mulyani menerangkan, pemerintah telah mencanangkan perhitungan nilai BMN pada tahun 2007 hingga tahun 2010. Karena baru pertama kali, Sri Mulyani menyadari hasilnya kurang maksimal.

“Pada 2007 waktu republik ini menyusun neraca, tentu saja langsung mengetahui karena baru pertama kali banyak yang belum sempurna,” kata dia.

Dia mengatakan, penilaian BMN kala itu menghasilkan angka Rp 229 triliun. Hasil yang minim itu disebabkan karena banyak BMN yang belum terindentifikasi serta belum teregistrasi.

“Tanah, gedung yang dimiliki bahkan alutsista serta infrastruktur. Itu kita nilai namun nilai awal tahun 2007 hanya tadi Rp 229 triliun. Bayangkan waktu itu kita menilai aset republik nilainya hanya Rp 229 triliun. Bukan karena apa-apa, banyak yang belum teridentifikasi, belum kita register. Ada pendaftaran, tertib administrasi, tertib valuasi,” jelas dia.

Setelah proses penilaian itu, maka nilai BMN terus meningkat. Nilai BMN terakhir mencapai Rp 2.185 triliun.

“Tahun 2007 aset kita hanya Rp 229 triliun. Sesudah revaluasi, identifikasi, merapikan adminitrasi, tertib hukum tertib penggunaan maka tahun 2010 sesudah kita melakukan revaluasi nilai itu menjadi Rp 1.244 triliun. Dan sekarang pada posisi terakhir Rp 2.185 triliun,” ungkap dia.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, total aset negara Rp 4.799 triliun tersebut terdiri dari BMN serta aset lain. Aset lain tersebut termasuk saham di Bahan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Rp 4.000 triliun aset-aset yang lain juga, termasuk saham kita di BUMN, kekayaan yang tidak berwujud misalnya hak kekayaan intelektual,” tandas dia. (Lip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here