Home Nasional Sofyan Adi Cahyono: Bertani Organik adalah Pertanian yang Jujur

Sofyan Adi Cahyono: Bertani Organik adalah Pertanian yang Jujur

0
SHARE

Matanurani, Semarang – Potret kesusahan petani menyediakan kebutuhan pangan masyarakat mulai dari proses penggarapan lahan, kelangkaan pupuk, biaya produksi yang tinggi dibandingkan dengan harga jual hasil pertanian yang masih rendah merupakan titik awal pemuda kelahiran Semarang 20 Juli 1995 ini mantap menggarap lahan pertanian keluarganya menggunakan konsep organik.

“Saya prihatin melihat kondisi pertanian Indonesia saat kini. Petani cenderung konsumtif membeli pupuk kimia dan pestisida sintesis tanpa memperhitungkan dampak pada ekosistem pertanian,” kata Sofyan kepada matanurani saat lahan pertaniannya disambangi Pokja Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Jumat (17/5).

Menurut Sofyan banyak petani yang enggan beralih ke pertanian organik. Padahal sistem pertanian organik memiliki analisis biaya produksi yang lebih rendah karena tak ada biaya pembelian pupuk kimia dan pestisida sintetis sehingga sangat menguntungkan petani.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, bertani organik adalah bentuk pertanian jujur, menyehatkan alam, petani dan konsumen.

“Karena pengelolaan lahannya dilakukan dengan konsep kembali ke alam, menggunakan pupuk alami, tidak menggunakan pestisida kimia berbahaya, melainkan dengan pestisida nabati dan agen hayati,” jelasnya.

Keseriusan alumni Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) ini bergelut dibidang pertanian, dibuktikannya dengan membangun unit usaha  bertajuk Sayur Organik Merbabu (SOM) tahun 2013 lalu. Usaha ini menurutnya didukung program Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW.

SOM dibentuk sebagai unit usaha penyedia komoditas sayur organik sekaligus sebagai mitra petani organik di daerah lereng Merbabu. Tenaga kerja yang dilibatkan dalam mengelola unit usaha SOM diambil dari masyarakat sekitar. Teknis budidaya di arahkan langsung oleh Sofyan dan ayahnya, sedangkan untuk pemasarannya di kelola sang kakak, Hamzah Ari Wibowo.

Sofyan bercita cita menjadikan SOM salah satu perusahaan besar dibidang pertanian. Misinya menjadikan sayur organik sehat dapat dinikmati semua kalangan masyarakat. Melalui manajemen pertanian dan dibantu keluarganya ia mulai mengedukasi petani-petani sekitar untuk beralih ke pertanian organik yang ramah lingkungan.

“Ketika masyarakat mulai mengkonsumsi sayuran sehat maka kita secara tidak langsung¬† membantu mensejahterakan kehidupan keluarga. Kehidupan masyarakat akan lebih sehat jika mengkonsumsi sayur-sayuran yang ditanam secara organik. Risiko kesehatannya pun dapat dicegah,” pungkasnya.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here