Home Nasional Selamat Datang Era Bunga Mini

Selamat Datang Era Bunga Mini

0
SHARE

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah) berbincang dengan Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kedua kiri) dan tiga Deputi Gubernur Sugeng (kiri), Perry Warjiyo (kedua kanan) dan Rosmaya Hadi (kanan) sebelum menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (22/8). Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate ke level 4,50 persen atau turun 25 bps dibandingkan bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/17

Matanurani, Jakarta – Setelah rapat maraton 20-22 September 2017, Bank Indonesia (BI) memutuskan memangkas suku bunga acuan atau 7 Day Reverse Repo Rate (DRR) 25 basis points (bps) menjadi 4,25%. Ini menjadi bunga acuan terendah sepanjang sejarah.

Penurunan ini juga diikuti, suku bunga deposit facility di level 3,5% dan lending facility 5%. “Penurunan ini konsisten dengan realisasi inflasi 2017 yang rendah serta perkiraan inflasi 2018 dan 2019 yang berada di titik tengah kisaran sasaran,” ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, Jumat (22/9).

Penurunan ini juga sudah mempertimbangkan defisit transaksi berjalan yang terkendali. Risiko eksternal terkait dengan rencana kebijakan Fed Funds Rate (FFR) dan normalisasi neraca bank sentral AS juga masuk hitungan.

BI berharap, penurunan suku bunga acuan ini bisa mendukung perbaikan intermediasi bank serta pemulihan ekonomi domestik. Efek turunnya bunga acuan diharapkan bisa membuat suku bunga pinjaman kian kecil. Harapannya: laju kredit bisa lebih kencang untuk menggerakkan ekonomi.

Dody menuturkan, suku bunga kredit sejak Januari 2016 hingga Agustus 2017 sudah turun 115 basis poin (bps). Saat yang sama, kebijakan moneter suku bunga acuan turun 175 bps. Alhasil, “Ada room untuk pelonggaran dan turunnya bunga kredit bank,” ujar Dodi.

Filianingsih, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI menambahkan, kebijakan bunga memang tergantung perbankan. Hanya, penurunan suku bunga acuan BI akan diikuti dengan turunnya bunga operasi moneter serta turunnya suku bunga deposito. Mestinya tak ada alasan bagi bank untuk tak memangkas bunga kredit lagi. Harapan dia, ini bisa mendorong kredit perbankan tumbuh 8%-10% sampai akhir tahun. Penurunan suku bunga kredit diharapkan bisa menjadi stimulus sektor riil untuk segera bergerak memanfaatkan bunga rendah.

Dengan penurunan bunga ini, dalam setahun terakhir, BI sudah menurunkan suku bunga acuan empat kali. Jika Agustus 2016 BI 7 DRR di level 5,25%, kini 4,25%. Ini turun 1%. Secara bertahap, bunga bank juga mengikuti BI 7 DRR.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia OJK, rata-rata bunga kredit modal kerja rupiah di bank umum Juli 2017 11,09%, sedang Juli 2016 11,84%. Periode sama, kredit investasi hanya turun tipis dari 11,45% jadi 10,97%, lalu bunga kredit konsumsi turun dari 13,82% menjadi 13,15%.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here