Home Nasional Saksi Tim Jokowi Klarifikasi ‘Kecurangan Bagian Demokrasi’

Saksi Tim Jokowi Klarifikasi ‘Kecurangan Bagian Demokrasi’

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Sidang lanjutan sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi menghadirkan saksi kedua dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin, Anas Nashikin. Dia mengakui membawakan materi yang salah satunya membahas bahwa ‘Kecurangan Bagian dari Demokrasi’.

Anas yang juga bekerja sebagai tenaga ahli fraksi PKB di DPR RI ini, mengatakan materi itu dibawakan dalam acara Training of Trainers (TOT) di sebuah hotel di bilangan Jakarta, 20-21 Februari lalu.

“Prinsip materi yang ingin kami sampaikan dalam TOT adalah memberikan pemahaman menyeluruh, integral, holistik, sistematis kepada calon saksi dan pelatih saksi tentang mekanisme-mekanisme aturan di pemilu. Karenanya di forum itu kami undang KPU, Bawaslu, DKPP, kami undang sebagai pembicara,” kata Anas menjawab pertanyaan hakim konstitusi Manahan Sitompul, Jumat (21/6).

Anas berujar materi soal ‘Kecurangan Bagian dari Demokrasi’ dibawakan oleh dirinya selaku pemberi materi.

Hakim Manahan kemudian bertanya apakah materi itu sifatnya mengajak, memotivasi, atau sekadar menyatakan sebuah keadaan.

Menjawab itu, Anas bilang materinya mesti dipahami secara utuh. Dia berkata sengaja membahas soal itu untuk menarik perhatian peserta. Tujuannya untuk mengingatkan peserta bahwa kecurangan dalam pemilu adalah keniscayaan.

“Maka itu kita perlu mengantisipasinya agar pemilu yang akan datang,” ujar Anas.

Materi soal ‘kecurangan adalah bagian dari demokrasi’ diungkit oleh saksi dari kubu Prabowo-Sandiaga Uno, dalam sidang kemarin.

Orang yang mengungkitnya adalah Hairul Anas, yang mengklaim sebagai kader Partai Bulan Bintang.

Hairul dalam kesaksian kemarin mengaku menjadi peserta TOT dan mendapat materi ‘Kecurangan Bagian Demokrasi’.

Menurut Hairul, materi itu disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko. Sebaliknya, Anas menyebut Moeldoko tak membawakan materi itu.

Anas juga menyatakan Hairul sebenarnya tidak hadir dalam acara TOT itu.

“Setelah kemarin ada kesaksian menyatakan mengikuti acara, saya tanya ke tim saya, ‘Apa benar ada peserta?’ Setelah dicek, ternyata tidak ada nama Hairul Anas,” kata Anas.

Anas menyebut setelah itu ia dan tim mengecek ke surat mandat dari PBB untuk acara itu. Lalu ada nama Hanas yang serupa dengan Hairul Anas.

Kemudian ia mengecek silang nama Hanas ke perwakilan PBB yang juga hadir di acara itu. Lalu diketahui Hanas adalah Hairul Anas.

“Teman separtai menjelaskan anak ini saat saya sampaikan materi (kecurangan bagian demokrasi), belum hadir di forum. Sehingga dia tidak mengetahui,” ujar Anas.

Anas juga menyatakan dalam forum itu ada kesempatan tanya jawab. Pernyataan itu merespons Hairul yang menyebut tidak ada tanya jawab.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here