Home Nasional RI Punya 41.000 BUMDes, Tersebar di 74.957 Desa

RI Punya 41.000 BUMDes, Tersebar di 74.957 Desa

0
SHARE

Matanurani, Sleman – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat sebanyak puluhan ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah terbentuk, namun masih banyak BUMDes yang perlu mendapat pendampingan.

“Menurut data kami, sudah terbentuk sekitar 41 ribu BUMDes dari total 74.957 Desa di Indonesia. Berarti kan sudah 64 persen, bahkan mendekati 70 persen kalau Desa-Desa di Indonesia sudah punya BUMDes,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat ditemui di sela-sela kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Puri Mataram, Dusun Drono, Tridadi, Sleman, Senin (26/11).

Menurutnya, dengan jumlah itu sudah menjadi angin segar bagi pihaknya, bahkan melebihi target yang telah ditentukan, Namun dari angka tersebut Anwar menilai masih ada BUMDes yang belum berkembang secara maksimal.

“Dari jumlah itu (41 ribu BUMDes) belum semuanya berkembang, dan masih banyak yang perlu mendapat pendampingan agar bisa menjadi pilar ekonomi dan menampung seluruh aktivitas ekonomi yang tumbuh di pedesaan,” ujarnya.

Disinggung mengenai BUMDes di daerah mana saja yang perlu mendapatkan pendampingan, Anwar menyebut wilayah Indonesia bagian timur. Hal itu karena BUMDes di wilayah tersebut belum berkembang secara maksimal.

“Rata-rata (BUMDes) di (Indonesia) bagian barat sudah luar biasa, dan bagian timur yang tentunya harus mendapat pendampingan intens. Pendampingan itu tentang bagaimana BUMDes bukan hanya berdiri, bukan hanya dilegalkan dengan Perdes, tapi setelah berdiri BUMDes nitu bisa tumbuh dan berkembang, itu yang diinginkan,” katanya.

“Pendampingan itu perlu karena kita memiliki perhatian yang sangat serius agar kedepannya BUMDes bisa didorong dan bisa kita kembangkan secara maksimal,” imbuhnya.

BUMDes wisata

Selain banyak jenis usaha yang dimiliki BUMDes, namun paling banyak di sektor wisata dan berkembang pesat.

“Untuk bentuk usaha dari BUMDes itu macam-macam, tapi yang paling banyak unit usaha berbasis pada sektor wisata dan itu malah berkembang pesat,” kata Anwar

Sambung Anwar, kebanyakan BUMDes condong membentuk unit usaha di sektor wisata karena melihat kondisi alam di Desanya masing-masing. Bahkan, ia menilai dengan unit usaha pada sektor wisata dapat mempercepat perkembangan BUMDes.

“Contoh, ada pedesaan yang banyak terdapat usaha perikanan dan pertanian, keduanya lalu dikombinasikan dan jadi tempat wisata. Setelah jadi lalu ditambah kuliner. Jadi bisa dikatakan kalau usahanya di sektor wisata itu bisa berkembang pesat dan cepat,” ujarnya.

“Jika sudah berkembang pesat dan punya nilai prospektif tinggi kan bisa menampung banyak tenaga kerja,” imbuhnya.

Anwar mencontohkan BUMDes di Tridadi dengan Puri Mataramnya, dari laporan yang didapatkan pihaknya bahwa omzet BUMDes tersebut mencapai setengah miliar rupiah, padahal belum genap berusia setahun. Karena itu, ia menyarankan setiap BUMDes tidak ragu mengembangkan unit usaha di sektor wisata.

“Laporannya tadi sebulan mereka (BUMDes Tridadi) bisa dapat Rp160 sampai Rp170 juta, jadi belum ada setahun omzetnya sudah lebih dari setengah milyar. Artinya apa? Artinya saat ini wisata sudah jadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Dan ini menunjukkan kalau usaha di sektor wisata adalah hal yang sangat bagus dan prospek, bahkan kedepannya bisa jadi gantungan ekonomi pedesaan,” ujarnya.(Det).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here