Home Nasional Porsi Ekspor Industri Hilir CPO Naik Jadi 70%

Porsi Ekspor Industri Hilir CPO Naik Jadi 70%

0
SHARE

FILE PHOTO: A truck carrying oil palm fruits passes through Felda Sahabat plantation in Lahad Datu in Malaysia's state of Sabah on Borneo island, February 20, 2013. REUTERS/Bazuki Muhammad/File Photo

Matanurani, Jakarta – Sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia sudah seharusnya meningkatkan nilai tambah pada produk minyak sawit.

Salah satunya dengan pengembangan industri hilir di dalam negeri. Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat pengembangan industri hilir crude palm oil (CPO) dalam negeri menunjukkan tren positif.

Kemperin mencatat telah terjadi pergeseran rasio ekspor CPO dari sebelumnya sekitar 70% ekspor CPO masih dari produk hulu dan 30% saja yang produk hilir.

Namun saat ini berbalik menjadi 70% ekspor minyak sawit merupakan turunan CPO dan 30% merupakan CPO. Hal ini terjadi setelah pemerintah menggunakan instrumen kebijakan fiskal tarif bea keluar progresif sejak tahun 2011, disusul kebijakan dana perkebunan tahun 2015.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan pada tahun 2016, Indonesia menguasai 52% pangsa pasar ekspor CPO. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir CPO terbesar di dunia. Ia memperkirakan ekspor CPO dan turunannya akan terus meningkat seiring dengan peningkatakan produksi dalam negeri.

“Kami memperkirakan pada tahun 2020, produksi CPO Nasional mencapai 42 juta ton, dan ini perlu diikuti pertambahan kapasitas produksi industri hilirnya di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 total produksi CPO Indonesia 35 juta ton dan sebanyak 25 juta ton diekspor senilai US$ 18 miliar. (Smn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here