Home Nasional PERPADI: Permudah Petani dalam Mengakses Modal, Teknologi, Sarana dan Pasar

PERPADI: Permudah Petani dalam Mengakses Modal, Teknologi, Sarana dan Pasar

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI), Sutarto Alimoeso mengatakan perlu suatu terobosan untuk mempermudah petani dalam mengakses modal, teknologi, sarana dan pasar.

“Produsen padi itu kan petani kecil, jadi dibutuhkan terobosan untuk mempermudah petani mengakses modal, teknologi, sarana dan pasar,” ungkap Sutarto dalam forum diskusi bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Jakarta, Selasa (19/9).

Sehingga menurut Sutarto kebijakan perberasan nasional harus dirubah dari pencapaian swasembada menjadi pencapaian kesejahteraan petani.

Selanjutnya kata Sutarto penggilingan padi pun (lokal/setempat/ kecil) harus dapat dijadikan sebagai salah satu instrumen penghela produksi dan ekonomi pedesaan serta sekaligus sebagai mitra utama petani (pengelola kawasan/ kluster padi) dan pemerintah sebagai pemasok stok beras.

“Untuk itu diperlukan revitalisasi modernisasi dan diharapkan pemerintah dapat membantu kemudahan untuk mengakses permodalan dan pasar,” kata dia.

Tak hanya itu, peran Bulog dapat berperan sebagai pemimpin pasar (market leader) dalam setiap tahapan proses pengolahan pangan produk beras untuk menumbuhkan ekonomi rakyat dinpedesaan.

“Jadi disamping Bulog sebagai pelaksana pengelolaan cadangan pangan juga sekaligus harus sebagai pelaku bisnis beras,” pungkasnya.

Adapun fokus group diskusi KEIN yang dipimpin oleh Ketua Pokja Pangan, Industri, Pertanian dan Kehutanan, Dr Benny Pasaribu ini merupakan kegiatan dalam rangka penyusunan peta jalan industrialisasi  pertanian dan kehutanan berbasis pohon industri dan klaster kawasan khususnya pada komoditas padi.

Dalam pengantarnya Benny menyebutkan daya saing hasil industri ke depan hanya dapat ditingkatkan melalui industrialisasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Bagaimanapun industrialisasi Indonesia membutuhkan kontinuitas bahan baku dari hasil bumi sendiri. Sehingga industrialisasi menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here