Home Nasional Perludem: Tidak Mudah Buktikan Kecurangan di Pilpres 2019

Perludem: Tidak Mudah Buktikan Kecurangan di Pilpres 2019

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni mengatakan, tidak mudah bagi pihak pasangan calon presiden dan wapres 02 untuk membuktikan adanya kecurangan pemilu yang terstruktur, massif dan sistemik atau TSM.

Selain sejarah gugatan pilpres, menurutnya, angka selisih yang jauh juga menjadi penyebab. Karena perlu bagi tim hukum 02 untuk membuktikan adanya suara yang signifikan bisa mengubah suara mereka.

“Nah, ini memang bukan sesuatu yang mudah. Bukan sesuatu yang mudah untuk bisa bisa membuktikan TSM,” kata Titi, dalam diskusi Sindo Trijaya di Jakarta, Sabtu (25/5).

Diakuinya, awalnya memang seperti mahkamah kalkulator. Tetapi pada akhirnya, tetap berbicara hasil. Walau ada indikasi kecurangan yang berupa maladministrasi, tetapi tidak bisa mempengaruhi suara.

“Tetapi dampaknya sampai tidak mempengaruhi perolehan hasil. Dampaknya tidak signifikan. Maka MK tidak mengabulkan permohonan hasil para pihak,” katanya.

Ia mencontohkan saat 2014, ada persoalan noken. Hingga akhirnya MK, lanjut Titi, meminta agar persoalan ini diatur dalam peraturan. “Tapi karena tidak mampu mempengaruhi hasil maka ia tidak bisa mengubah hasil,” katanya.

Sejarah adanya pemungutan suara ulang atau PSU, tidak pernah terjadi di pilpres. Namun beberapa pilkada, memang ada.

Track record Bambang Widjojanto, menurut Titi, juga perlu ditunggu. Mengingat, saat menjadi kuasa hukum salah satu calon di Kabupaten Kota Waringin, mantan pimpinan KPK itu menang. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here