Home Nasional Perkara Tender Paling Banyak Ditangani KPPU Medan

Perkara Tender Paling Banyak Ditangani KPPU Medan

0
SHARE

Matanurani, Medan – Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan, hingga saat ini, paling banyak menangani perkara-perkara tender proses pengadaan barang dan jasa di Sumatera Utara yakni sebesar 71% dari total perkara.

Demikian dikatakan Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih di Kanwil I KPPU Medan.

Dijelaskannya, tingginya perkara persaingan usaha yang berasal dari proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah bisa mengindikasikan dua hal, pertama, kesalahan di sisi panitia penyelenggara lelang dan kedua, pelaku usaha peserta lelang.

Adapun di KPPU Kantor Wilayah I, yang mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Data KPPU mencatat, bahwa perkara persaingan usaha di Sumatera Utara menyentuh lebih dari 25 kasus dari 34 perkara yang ditangani atau hampir setara dengan jumlah perkara di Jakarta.

“Mayoritas Kanwil I menangani perkara terbanyak di Sumut adalah perkara tender,” ujarnya di kantor KPPU Jalan Gatot Subroto Medan.

Sementara itu, komisioner KPPU lainnya, Dinni Melanie mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan terjadi kartel pada kasus naik dan mahalnya harga tiket penerbangan domistik.

” KPPU masih terus melakukan pengumpulan indikasi dan tahap pemeriksaan pendahuluan pada kasus dugaan kartel harga tiket pesawat udara,” jelas Dinni bersama Komisioner KPPU lainnya, Yudi Hidayat, Guntur Syahputra Saragih dan Kepala KPPU Wilayah I, Ramli Simanjuntak dalam acara Forum Jurnalis/Buka Puasa Ramadan di Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (23/5).

Disebutkannya, bahwa dugaan kartel pada naik dan mahalnya harga tiket penerbangan masuk dalam salah satu kasus yang ditangani KPPU.

Hal yang sama juga dikatakan komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih, bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari berbagai pihak terkait, menyangkut mahalnya harga tiket pesawat yang diduga dampak adanya kartel.

KPPU misalnya, sudah meminta keterangan dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator. KPPU juga sudah memanggil beberapa maskapai penerbangan.

Dari pemanggilan itu, KPPU sudah mendapatkan beberapa data yang dibutuhkan. “Kasusnya masih dalam proses ke penyelidikan dengan mencari alat bukti,” katanya. (Sib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here