Home Nasional Perhutanan Sosial Hasilkan 61 Produk Bukan Kayu

Perhutanan Sosial Hasilkan 61 Produk Bukan Kayu

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Usaha di bidang perhutanan sosial semakin berkembang. Hingga saat ini, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) telah menghasilkan 61 produk komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) untuk dipasarkan. Di antaranya minyak sari buah merah, minyak oles gaharu, jus pala, bio Spray gaharu, minyak kayu putih, madu mangrove, madu kars, madu kelulut, dompet bordir, kain tenun, dan kopi.

“Banyak komoditi hasil hutan bukan kayu lainnya yang dilahirkan dari kegiatan perhutanan sosial. Khusus untuk produk-produk hasil hutan bukan kayu, hingga saat ini kurang lebih ada 61 jenis produk yang telah mampu diproduksi oleh KUPS,” kata Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Supriyanto, melalui keterangan pers di Jakarta, Selasa (5/2).

Menurutnya, pendekatan baru Negara memberikan izin untuk mengelola hutan melalui skema Perhutanan Sosial kian membuka peluang masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui pengembangan komoditas HHBK.

Hingga saat ini, tercacat KUPS yang telah terbentuk sebanyak 5.245 kelompok di seluruh Indonesia. KLHK, ujarnya, juga mendorong pemasaran produk perhutanan sosial melalui toko Pesona Mart. Gerai tersebut rencananya akan dibangun di seluruh provinsi.

“Kinerja perhutanan sosial dalam 4 tahun terakhir (2015-2018) telah menyerap tenaga kerja mencapai sekitar 2,4 juta jiwa. Artinya skema ini turut menyumbang penurunan angka pengangguran nasional. Kepala keluarga yang tergabung dalam KUPS bisa mendapatkan peningkatan pendapatan rata-rata hingga Rp2 juta per bulan,” ucap Bambang. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here