Home Nasional Perempuan Memiliki Peran Strategis untuk Pemenangan Jokowi

Perempuan Memiliki Peran Strategis untuk Pemenangan Jokowi

0
SHARE
Jokowi-Ma'ruf Amin

Matanurani, Jakarta – PerempuanĀ  dianggap memiliki peran strategis dalam meraup suara Jokowi-Amin di pemilu presiden 2019. Umumnya, mereka memiliki pengaruh kuat di keluarga dan lingkungannya. Itu sebabnya, pendekatan dan penguatan kampanye pada kaum perempuan dianggap sangat penting untuk memenangkan Jokowi-Amin.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir, mengatakan, suara perempuan sangat vital dalam pemilu 2019. Salah satunya karena populasi perempuan pemilih pada pilpres 2019 mencapai 50,2% atau 93,1 juta pemilih.

“Ini penting karena memang jumlahnya besar. Kami harap bisa meraup sebanyak mungkin suara perempuan,” ujar Erick, di Jokowi Center, Menteng, Jakarta, Sabtu, (17/11).

Ia yakin jika Jokowi-Amin bisa meraih lebih dari 50% dari total suara pemilih perempuan di pemilu 2019. Optimisme itu muncul karena melihat survei, Jokowi-Amin hampir selalu dikatakan meraih suara antara 55-60%.

“Secara matematika, ketika angkanya besar kita coba implementasikan ke pemilih (perempuan) pasti juga kan sama (di atas 50%),” sambungnya.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Maman Imanul Haq mengatakan perempuan menjadi perhatian utama Jokowui jika melihat nawacita jilid pertama. Hal tersebut dibuktikan, salah satunya melalui jumlah perempuan di kabinet. Ada delapan kursi menteri kabinet kerja Jokowi-JK diisi perempuan, pun di jabatan publik lainnya.

“Di Nawacita kedua, nanti akan ditonjolkan bagaimana perempuan akan memiliki hak untuk lebih banyak tampil di bidang yang lebih luas. Politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain,” ujar Maman.

Imanul menambahkan, bila kembali terpilih menjadi presiden, Jokowi akan menambah keterlibatan perempuan pada kabuinet. Perhatian juga akan diberikan pada upaya perempuan melakukan revisi atau perbaikan regulasi yang melemahkan dan mendiskriminasi.

“Akan didorong dan diperjuangkan soal regulasi itu. Karena masih banyak kritik soal produk regulasi yang membuat perempuan menjadi korban,” tukasnya.

Selain itu, edukasi politik pada perempuan, masyarakat, hingga tokoh agama akan dilakukan. Edukasi untuk membuat mereka mau berupaya menempatkan perempuan dalam posisi yang sejajar dengan laki-laki.

Untuk bisa mewujudkan itu, keseriusan TKN Jokowi-Amin meraup suara perempuan dibuktikan dengan adanya seksi dan direktur khusus di TKN yang fokus mengarah ke perempuan. Ada tiga direktorat TKN yang fokus kepada perempuan.

“Saking perempuan kami anggap penting untuk meraih suara, kami sampai pakai beberapa lapis cara untuk mendekati mereka. Kita misalnya dekati yang di pesantren, milenial, dan lain-lain, mereka sangat strategis untuk pemenangan,” imbuhnya.

Pendiri Wahid Institute, Yenny Wahid, mengatakan, fokus setiap calon presiden dan wakil presiden pada perempuan sangat penting dilakukan. Tidak hanya saat masa kampanye tetapi juga ketika nanti terpilih. Ia berharap akan semakin banyak perempuan dilibatkan dalam pengambilan keputusan di negara.

“Kepentingan perempuan hanya bisa disuarakan oleh perempuan sendiri. Peraturan UU juga harus dibuat semakin ramah perempuan,” ujar Yenny.

Ia mengapresisi pemerintahan Jokowi-JK yang memberikan porsi besar untuk perempuan di kabinet. Di pemerintahan yang akan datang jika kembali terpilih, ia berharap perempuan di kabinet semakin banyak.

“Indonesia ini sebenarnya sudah sangat baik angka perempuan di kabinetnya, 40%. Terbesar kedua di dunia setelah Kanada yang mencapai 50%. Semoga selanjutnya akan lebih banyak,” tutur Yenny.(Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here