Home Nasional Perbudakan Modern Terbanyak Di Indo-Pasifik, Pemerintah Dan Pebisnis Harus Kolaborasi

Perbudakan Modern Terbanyak Di Indo-Pasifik, Pemerintah Dan Pebisnis Harus Kolaborasi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri Luar Negeri Australia, The Hon Julie Bishop MP diagendakan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi di Perth, Australia, Jumat (25/8).

“Para menteri dan pemimpin bisnis dari 48 anggota Proses Bali akan bertemu untuk membangun strategi inovatif untuk melawan perbudakan modern, perdagangan manusia dan kerja paksa. Serta mencegah eksploitasi para pekerja imigran dan karyawan rentan lainnya,” ujar Bishop melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (25/8).

Forum Perth, akan mempertemukan pemerintah-pemerintah regional dan sektor swasta untuk pertama kalinya. Dalam agenda tersebut, mereka akan mengatasi persoalan terkait secara komprehensif.

“Kemitraan semacam ini penting. Dari puluhan juta masyarakat di seluruh dunia yang menjadi korban perdagangan manusia atau kerja paksa, lebih dari separuhnya ada di wilayah kita, Indo-Pasifik,” tutur Bishop.

Andrew Forrest AO, Kepala Fortescue Metals Group dan pendiri Walk Free Foundation, bersama Eddy Sariaatmadja, Kepala dan pendiri Emtek, akan memimpin Forum Perth sebagai Pemimpin Bisnis mewakili Australia dan Indonesia.

Hal ini, papar Bishop, mencerminkan meningkatnya pengakuan oleh komunitas bisnis regional mengenai risiko komersial dan reputasi kerja paksa dalam rantai pasokan. Dalam momentum melawan perbudakan modern, penting bagi pemerintah mendukung kinerja bisnis untuk mengidentifikasi solusi praktis dan inovatif.

“Forum Pemerintah dan Bisnis akan menjadi permanen dan fitur berharga bagi kemitraan regional kita dibawah Forum Bali, yang dipimpin oleh Australia dan Indonesia,” demikian Bishop. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here