Home Nasional Pasek Mundur, Hanura “Show Must Go On”

Pasek Mundur, Hanura “Show Must Go On”

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Keputusan Gede Pasek Suardika mundur dari jabatan Ketua Bapilu DPP Partai Hanura menuai kontroversi dan berdampak pada kerja-kerja jelang Pileg 2019. Sikap kritis muncul dari Wasekjen Bina Wilayah Wahab Talaohu yang memandang sikap Pasek sebagai bagian dari disersi dalam tugas organisasi kepartaian.

“Di internal semua tau, bahwa Pasek sejak awal menginginkan jabatan Bapilu. Namun setelah dipercaya dan diberi tanggung jawab oleh Ketum rupanya dia justru bersikap disersi, lari lepas tangung jawab”, terang Wahab seperti dilansir warpol,  (13/11).

Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) memiliki tugas penting dan strategis yaitu memenangkan dan memastikan Hanura Lolos parliamentary threshold 4% di Pemilihan Legiislatif 2019.

“Yang kita sayangkan ternyata ada pihak yang sengaja membangun isu bahwa Pasek dizolimi sehingga yang bersangkutan mundur. Padahal dinamika politik internal itu hal wajar terjadi dan Pasek semestinya dapat dengan lebih bijak mensikapnya”, Kata Wahab yang juga adalah salah satu Inisiator Rembuk Nasional Aktivis 98.

Lewat surat bertanggal 3 november 2018, Gede Pasek meyatakan tiga alasan pengunduran dirinya. Salah satunya terkait “keberadaan Bapilu tidak diberikan peran untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya”.

Menurut Wahab, alasan tersebut terlalu dibuat-buat karena secara organisatoris, konstitusi organisasi sudah mengariskan bahwa Bapilu punya peran dalam menyiapkan dan melaksankan tugas-tugas terkait pemenangan Pemilu dan Pileg 2019.

“Jadi alasan itu terlalu mengada-ngada. Kita melihatnya seperti ada drama yang sengaja dikonstruksi untuk memposisikan Pasek sebagai protagonist dan Ketum OSO selaku antagonis. Padalah seharusnya Pasek harus introspeksi selama ini Ketum OSO telah memberi kepercayaan dan memfasilitasi penuh agenda-agenda Bapilu. Namun ternyata air susu dibalas tuba”, Tegas Wahab.

Bagi Wahab, sosok yang tepat untuk menjabat Ketua Bapilu adalah yang memiliki personality matang, berpengalaman dan memahami organisasi secara mempuni. Karena tantangan yang di hadapi Hanura kedepan tidaklah mudah. Yaitu harus menang Pilpres dan harus lolos parliamentary threshold.

“Kita optimis target tersebut dapat terpenuhi, terlebih bila kita mampu menemukan sosok yang tepat mengisi Ketua Bapilu. Dan tidak larut dalam drama yang sengaja dikonstruksi oleh Pasek cs. Dia mundur tapi “show must go on”. Tutup Wahab.(Wap).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here