Home Nasional OSO: Hanura Itu Kucing Tidur, Kalau Bangun Ngeong

OSO: Hanura Itu Kucing Tidur, Kalau Bangun Ngeong

0
SHARE

Matanurani, Moskow – Partai Hanura diprediksi tak bisa lolos masuk parlemen dalam survei Litbang Kompas. Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) meyakini partainya bisa melebihi ambang batas lolos parlemen sebesar 4%.

“Itu kan yang survei siapa, semua dibayar. Kalau nggak bayar, hasil survei paling rendah. Kalau bayar, naik lagi dia. Tapi nanti akhirnya pernyataan faktanya di lapangan setelah terjadi pemilihan. Apakah benar di bawah apa tidak. Jadi kalau ada orang yang mengecil-ngecilkan biarin ajalah. Namanya juga politik,” ujar OSO di sela kunjungannya di Moscow, Rusia, Kamis (25/10).

OSO mencontohkan bagaimana Hanura berada di tingkat kedua dalam Pilkada 2018. Posisi Hanura di Pilkada 2018 menurutnya berada di atas partai-partai pemenang Pemilu 2014.

“Contoh saja ini ya beberapa waktu lalu, gimana putusan pemilukada. Rating kita jadi no 2 dari partai-partai yang ada di Indonesia. Nomor 2 dan 3. Kenapa partai lain bisa gitu? Kita nggak bangga juga. Biasa aja. Orang aja yang heboh,” sebutnya.

“Teori dan praktik berdasarkan pengalaman kita. Yang kita pilih, semua figur, yang berkoalisi dengan kita lah yang benar. Jangan dibalik,” imbuh OSO.

Ketua DPD ini menyebut Hanura tak memiliki strategi khusus dalam pemenangan Pileg 2019. Namun persiapan kader-kader caleg di daerah yang menurut OSO akan dimatangkan.

“Hanura itu kucing tidur. Kalau bangun ngeong, kalau nggak diam. Ini partai modern, saya manage secara modern. Daerah begitu solid. Solid sekali. Saya harapkan mereka betul-betul wakili rakyat daerah,” ucap dia.

OSO menegaskan, daerah harus diperhatikan usai pemilu selesai. Untuk itu kader harus paham mengenai berbagai kepentingan daerah, khususnya asal masing-masing. Bila berhasil masuk Senayan, kader Hanura disebutnya harus bisa membangun daerah.

‘Sesuai program pemerintah sendiri membangun infrastruktur, nggak cuma wilayah tapi daerah juga. Signifikan dengan bangun wilayah sendiri. Termasuk pemikiran yang harus dibangun. Kalau bisa bertarung, harus janji ke rakyat daerah dimajukan. Jangan lupa kalau sudah di pusat,” tutur OSO.

Survei Litbang Kompas mengambil 1.200 responden secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat (stratified random sampling) di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error +/- 2,8 persen.

Parliamentary threshold (PT) atau ambang batas suara untuk parlemen buat Pemilu 2019 telah ditetapkan sebesar 4 persen. Namun, menurut hasil survei ini, hanya lima partai yang lolos PT.

Berikut ini hasil survei Litbang Kompas:

PDIP: 29,9%
Gerindra: 16%
PKB: 6,3%
Golkar: 6,2%
Demokrat: 4,8%

Parpol dengan elektabilitas di bawah 4 persen menurut survei Litbang Kompas:

NasDem: 3,6%
PKS: 3,3%
PPP: 3,2%
PAN: 2,3%
Perindo: 1,5%
Hanura: 1,0%
Berkarya: 0,4%
PSI: 0,4%
PBB: 0,4%
Garuda: 0,3%
PKPI: 0,1%

Belum tahu/rahasia: 20,4%

(Det).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here