Home Nasional Oesman Sapta: Bangun Ekonomi dengan Sistem Piramida

Oesman Sapta: Bangun Ekonomi dengan Sistem Piramida

0
SHARE
Oesman Sapta, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia

Matanurani, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Oesman Sapta mengatakan ekonomi kuat dan besar  dan tahan dari hantaman gelombang harus dibangun dengan pola piramida.

“Membangun ekonomi yang kuat dan kokoh itu harus diibaratkan seperti  piramida. Dia tidak akan jatuh dan rubuh walau dihajar angin ribut, gelombang dan ombak sekalipun,” kata Oesman Sapta, saat berbuka puasa bersama Kadin Indonesia pimpinan Eddy Ganefo  dan Komite Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), di Balai Kartini, Jakarta, (15/6).

Oesman mengingatkan, hancurnya ekonomi Indonesia karena dibangun secara vertikal keatas kekuatannya sehingga rawan tumbang dari badai.

Ia mencontohkan ekonomi negara Tiongkok yang tumbuh dari tahun ke tahun hingga disegani oleh negara-negara di dunia hingga kini. “Tahun 65-70 ekonomi Tiongkok itu masih jauh dibawah kita. Tapi sekarang negara-negara lain takut dengan ekonomi mereka,” ujarnya.

Namun demikian, Oesman mengingatkan kekuatan ekonomi yang dibangun oleh Tiongkok harus di tiru dan dibangun dengan kerjasama dan kekuatan yang sama dengan Tiongkok.

“Tiongkok itu tidak punya bahan baku, bahan baku hanya dibeli dari kita untuk deposit 100-200 tahun mereka ke depan. Karenanya kita harus menciptakan lapangan kerja dan menjual bahan baku yang semi finishing product karena ada nilai tambahnya,” ungkapnya.

Selain itu Oesman juga mengingatkan banyak keuntungan yang di dapat dengan semi finishing product antara lain terciptanya  transfer of technology bagi buruh-buruh yang kerap kali menjadi kuli sepanjang hidupnya.

“Jadi ada keuntungannya, tingkat pengetahuan buruh pun menjadi lebih tinggi agar tidak jadi kuli selamanya,” katanya.

Untuk itu, selanjutnya Oesman berharap sebagai anak-anak bangsa di bidang usaha, saatnya untuk merubah mindset atau cara pandang.  “Kita rubah mindset kita sebagai anak bangsa. Jangan mau jadi kuli, jadi tukang catut izin, tukang catut kerja, tukang catut budak di dalam negeri sendiri. Itu harus kita rubah,” tegasnya.

Selanjutnya, Oesman optimistis Kadin pimpinan Eddy Ganefo harus merubah semua itu. “Sekalipun sedikit-sedikit tetapi tetap kelihatan dan kini sudah sejajar karena mindset kita jauh lebih besar,” tuturnya. (Simon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here