Home Nasional Mengintip Persiapan Jalan Tol Sumut yang Manjakan Pemudik

Mengintip Persiapan Jalan Tol Sumut yang Manjakan Pemudik

0
SHARE

Matanurani, Medan – Belum lengkap rasanya jika menyambut Hari Raya Idul Fitri tanpa mudik Lebaran. Untuk tahun ini, para pemudik terutama yang melintas di Sumatera Utara sudah bisa merasakan tersambungnya akses jalan yang nyaris tanpa putus

Apalagi pengguna jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) sudah dapat langsung masuk ke jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Animo masyarakat menjajal tol baru itu semakin besar, apalagi Tol Trans Sumatera di Sumut diklaim menawarkan mudik lancar.

Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah jalan tol yang menghubungkan Medan, Tebing Tinggi serta Bandar Udara Internasional Kualanamu. Jalan tol sepanjang 61,80 kilometer ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera dan terhubung dengan Jalan Tol Belmera sepanjang 34 kilometer.

Kini para pemudik yang menggunakan bandara udara dan pelabuhan tidak perlu khawatir perjalanan akan menjadi terasa singkat menuju tujuan.

Dalam pembangunannya, jalan tol ini terbagi dalam dua seksi, yaitu Seksi I (Medan-Perbarakan-Kualanamu) sepanjang 17,80 km dan Seksi II (Perbarakan-Tebing Tinggi) sepanjang 44 km. Jalan tol ini memiliki 2×2 lajur pada tahap awal dan 2×3 lajur pada tahap akhir dengan kecepatan rencana 100 km/jam.

Peletakan batu pertama tanda dimulainya konstruksi dilaksanakan pada 23 September 2014. Seksi I dibangun pemerintah Indonesia sedangkan Seksi II dibangun Konsorsium BUMN yang terdiri dari Jasa Marga, Pembangunan Perumahan, Waskita Karya, dan Hutama Karya.

Ruas Parbarakan-Sei Rampah sepanjang 41,7 kilometer diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2017. Kemudian pada 11 Juni 2018, ruas Tanjung Morawa ke Kualanamu diresmikan pembukaannya oleh Gubernur Sumatra Utara, Tengku Erry Nuradi.

Terakhir, ruas Sei Rampah hingga Tebing Tinggi dibuka pada 25 Maret 2019 yang diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tol Kualanamu-Tebingtinggi dirancang sepanjang 61 kilometer yang terdiri beberapa seksi. Dengan beroperasinya ruas Kualanamu-Sei Rampah, waktu tempuh hanya 30 menit, sebelumnya 2 jam sampai 3 jam.

Adapun lalu lintas rata-rata harian yang diharapkan sebanyak 20.000 sampai 25.000 kendaraan dengan usulan tarif Rp 950 per kilometer.

Rencananya, ruas tol Medan-Tebing Tinggi akan diteruskan supaya terhubung ke Pematangsiantar hingga Prapat di tepi Danau Toba.

Sementara di Jalan Tol Medan-Binjai, peresmian pembangunan jalan tol ini dilakukan pada 10 Oktober 2014 oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung, sedangkan peletakan batu pertama dilaksanakan Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. Pembangunan jalan tol ini direncanakan berlangsung 3 tahun.

Jalan tol Medan-Binjai siap dilalui dengan total keseluruhan sepanjang 13,2 km yang terdiri atas 2,7 km jalur fungsional di seksi 1 dari Helvetia sampai Marelan, dan 10,5 km jalur operasional pada seksi 2 Semayang ke Helvetia serta Seksi 3 Binjai ke Semayang.

Jalan tol Medan-Binjai secara resmi sudah membuka ruas gerbang tol seksi 1 Marelan-Helvetia yang diharapkan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019 mendatang.

Jalur fungsional baru ini dapat menjadi alternatif pemudik baik dari Medan-Aceh maupun sebaliknya serta menyambung ruas tol yang telah beroperasi sebelumnya.

Namun saat ini masih ada masalah di jalan tol Medan-Binjai yaitu soal pembebasan lahan di ujung pintu tol seksi I B Helvetia-Tanjung Mulia sepanjang 800 meter sehingga belum sepenuhnya terkonektivitas dengan ruas jalan tol Belmera dan MKTT.

Semoga masalah ini cepat terselesaikan agar semuanya dapat dilalui pengguna jalan tol tanpa hambatan.(Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here