Home Nasional Meneruskan Tradisi Pakaian Adat di HUT Kemerdekaan

Meneruskan Tradisi Pakaian Adat di HUT Kemerdekaan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI ditutup dengan pembagian hadiah bagi kepada pemenang yang mengenakan baju daerah terbaik. Tradisi itu dimulai sejak tahun 2017.

Presiden Joko Widodo membuat rutinitas baru yakni para tamu peringatan HUT RI harus mengenakan baju daerah.

Sejak saat itu, Jokowi juga membuat kontestasi bagi tamu yang mengenakan baju daerah terbaik maka akan diberi hadiah. Sepeda menjadi ‘oleh-oleh’ yang bisa dibawa pulang pemenang.

Pada HUT ke-74 RI kali ini, tradisi itu masih terus dilanjutkan. Ada tiga tamu yang dinilai memiliki baju daerah terbaik. Ketiga pemenang diumumkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

“Kami terima kasih bahwa para hadirin sebagian besar memakai pakaian daerah masing-masing,” kata JK di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8).

“Maka di sini saya diminta mengumumkan pemenang pakaian daerah terbaik dan tentu dapat hadiah. Hadiahnya sepeda merah putih,” lanjutnya.

Salah satu pemenang, Nora Tristyana yang mengenakan baju adat Lampung. Istri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjadi juara ketiga. Dia mengaku terkejut saat dipilih sebagai pemenang kostum terbaik bersama dua orang lainnya.

“Sebagai pemimpin memberikan perhatian, apresiasi dan menghargai dan kami bangga semua dan buat saya tidak terbayangkan,” kata Nora di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8).

Nora memang menjadi salah satu perhatian tamu undangan yang hadir. Kebaya yang dikenakan berwarna putih, dipadu dengan mahkota bermotif siger lampung dan sejumlah aksesoris. Saat dipanggil untuk mengambil hadiah sepeda, Nora sempat kesulitan lantaran siger yang dikenakan cukup berat.

Nora mengaku menghabiskan waktu 3,5 jam merias untuk bisa mengikuti perayaan HUT RI ke-74 tahun.

“Dandannya dari jam empat pagi, sampai setengah delapan,” kata Nora.

Selain Nora, Sultan Gunung Tabur Adji Raden M Bachrul yang mengenakan pakaian adat Kalimantan Timur mendapat juara kedua. Rupanya, dia adalah pengibar bendera pusaka era Presiden Soeharto.

“Saya mantan pengibar bendera pusaka tahun 1974, saya pelajar teladan tingkat nasional zaman Soeharto,” kata Bachrul.

Sementara juara pertama jatuh ke Khalidah yang memakai baju daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para pejabat serta tamu undangan kompak mengenakan pakaian adat. Presiden Joko Widodo beserta putra pertamanya Gibran Rakabuming Raka dan sang cucu Jan Ethes Srinarendra kompak mengenakan pakaian adat Bali.

Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan baju adat karo dari daerah Sumatra Utara. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla mengenakan pakaian adat Aceh.

Sementara Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengenakan pakaian adat Lampung. Begitupun dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengenakan baju adat Lampung dengan warna merah keunguan.

Hadir pula, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan istrinya Annisa Pohan mengenakan baju adat Sumatera Barat berwarna hijau. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here