Home Nasional Mendagri Berikan Penghargaan Kepada Delapan Ormas Berpengaruh Positif di Indonesia

Mendagri Berikan Penghargaan Kepada Delapan Ormas Berpengaruh Positif di Indonesia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Penganugerahan Ormas Award Tahun 2018 diberikan kepada delapan organisasi masyarakat (ormas) terbaik pada acara yang mengambil tempat di Hotel Red Top, Pacenongan, Gambir, Jakarta Pusat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo turut hadir memberikan penghargaan, sekaligus membuka secara simbolis acara Forum Kordinasi Nasional Ormas di lokasi yang sama.

Delapan pemenang dari tiap kategorinya antara lain, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (Bidang Kesehatan), Pusat Perlindungan Orang Utan (Bidang Lingkungan Hidup), Indonesia Corruption Watch (Bidang Lingkungan Hidup).

Kemudian, Muhammadiyah Disaster Management Centre (Bidang Penanggulangan Bencana), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Bidang Kebudayaan), Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Bidang Pemberdayaan Perempuan) dan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (Bidang Pendidikan).

Selanjutnya, Mendagri memberikan penghargaan dalam kategori Long Time Achievment kepada Yayasan Taman Siswa, Wanita Katolik Republik Indonesia, Al Irsyad AL Islamiyyah, Perssis.

Tjahjo mengatakan, bentuk pemberian penghargaan kepada ormas-ormas terbaik adalah upaya pemerintah mendorong keikutsertaan mereka menjaga keamanan, persatuan berbangsa dan bernegara.

“Upaya pemerintah mendorong keikutsertaan ormas, tradisinya adalah memberikan penghargaan,” kata Tjahjo dalam pidato sambutannya, Selasa (6/11).

Dia juga mengingatkan kepada ormas soal UUD 1945 Pasal 28J ayat 1 dan 2 tentang Hak Asasi Manusia.

Terkait pada menghormati hak asasi manusia orang lain dalam kehidupan bermasyarakat serta menjalankan hak dan kebebasannya namun tetap tunduk pada batasan yang telah ditetapkan undang-undang.

Selain itu, keikutsertaan para ormas pada pemberantasan narkoba, korupsi, dan masalah sosial juga diharapkan makin aktif dari organisasi kemasyarakatan tersebut.

Terkhusus untuk pemberantasan korupsi, Tjahjo menekankan pada sektor riskan soal jual beli jabatan, serta pengadaan barang dan jasa.

“Tantangan bangsa ini adalah korupsi. Perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos, pajak dan retrubusi, jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa. Terutama dua terakhir,” ujar Tjahjo

Tjahjo mengakhiri sambutannya dengan berpesan kepada ormas lainnya yang masih belum mendapat penghargaan untuk saling mendukung dan tetap memberikan yang terbaik kepada Bangsa Indonesia.

“Penghargaan ini harus bisa melecut semangat ormas lainnya agar dapat lebih baik, dan mereka yang dapat pernghargaan harus mampu merangkul ormas lainnya,” pungkasnya. (Tri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here