Home Nasional Membangun Industri Kelapa dengan Prinsip Pertumbuhan Bersama

Membangun Industri Kelapa dengan Prinsip Pertumbuhan Bersama

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia ( HIPKI) menilai industri pengolahan kelapa dalam negeri masih menghadapi tantangan. Karenanya, dibutuhkan prinsip pertumbuhan bersama dengan meningkatkan daya saing industri pengolahan dan pendapatan para petani secara proporsional.

“Prinsip pertumbuhan bersama baik di sektor hulu/ pekebun dan hilir/ industri pengolahan harus dilakukan untuk menjawab tantangan pada industri kelapa tanah air,” kata Hariana yang mewakili HIPKI pada Fokus Group Diskusi (FGD) bersana KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Selasa, (12/9).

Tantangan lainnya lanjut Hariana, integrasi petani kelapa belum masuk secara komersial pada sistem rantai pasok (supply chain) dan keberpihakan pemerintah dalam memberikan kemudahan transformasi dari petani individu (kecil) menjadi kelompok tani dalam bentuk cluster atau collection points yang berorientasi komersial masih belum dirasakan.

Selanjutnya ketersediaan sumber energi listrik belum merata khususnya bagi daerah-daerah penghasil utama kelapa dan begitu juga dengan pelabuhan samudera dan akses jalan

“Lewat FGD ini kami berharap KEIN akan menambah policy memo untuk terwujudnya penyusunan peta jalan industrialisasi khususnya pada komoditas kelapa dalam negeri,” ungkap Hariana.

Karenanya Hariana berharap, pemerintah dapat memberikan intervensi kebijakan yang dapat menjamin industri komoditas kelapa dalam negeri.  “Kita berharap pemerintah melihat situasi yang ada dan mengeluarkan kebijakan dan kepastian,” terangnya.

Adapun FGD bersama KEIN dihadiri berbagai stakeholder perkelapaan diantaranya, Budi Hidayat, Direktur Utama PTPN XIV, Abdul Rochim, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian dan Prof. Kaman Nainggolan dari STMIK Nusa Mandiri. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here