Home Nasional LPER: Waspada Bahaya Pornografi di Era Digital

LPER: Waspada Bahaya Pornografi di Era Digital

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) bekerjasama dengan Kominfo dan Siber Kreasi, menggelar diskusi bertajuk ‘Membangun Anak Bangsa Yang Cerdas, Berkualitas dan Berprestasi, seiring dengan kemajuan era digital’ di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (12/9).

Adapun gelaran diskusi tersebut bertujuan untuk mewaspadai bahaya pornografi yang akhir-akhir ini semakin menyebar keseluruh dunia karena mudahnya diakses melalui internet.

“Kalau zaman kuliah saya dahulu di Amerika bisa dibilang tidak ada intervensi pemerintah soal dunia komunikasi, sekarang justru adanya konten negatif ini, penanggulangannya harus melibatkan pemerintah sebagai regulator, dan orang tua dan masyarakat sebagai pengguna juga harus ikut terlibat mencegah penggunaan situs yang merusak moral bangsa,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan.

Pada tempat yang sama, pembicara John Harmer, mantan Wakil Gubernur California menilai dampak internet di era digital saat kini sangat sulit dikendalikan bahkan cenderung menyedihkan.

“Bagaimana antar keluarga sudah tidak saling akrab, sehingga penggunaan internet sulit dikendalikan dan efeknya anak- anak mudah terjerat pornografi, dan pemerintah harus ikut campur mengawasinya sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Sedangkan pembicara lainya Teguh Arifiyadi dari Kominfo mengatakan,  pengguna gadget tahun 2014 hingga 2017 mengalami lonjakan yang pesat. Dimana pada tahun 2014 sebesar 88,1 juta orang, tahun 2017 melonjak menjadi 143,26 juta naik 62, 61 persen selama 3 tahun.

” Maka bisa dibayangkan sulitnya menutup situs-situs konten negatif, mereka juga sudah menyiapkan cara bagaimana transaksi seksual menggunakan layanan online dengan mudah melalui hp atau gadget tadi,” ujarnya.

Pemerintah dalam hal ini Kominfo tidak tutup mata dan akan terus melakukan pemantauan dan pemblokiran akun-akun yang terbukti memuat konten-konten yang tidak mendidik dan menjerumuskan khususnya anak-anak dibawah umur bisa melakukan seks bebas yang sangat berbahaya efeknya.

Sementara itu, anggota Ombudsman Alvin Lie  memberikan masukan kepada Kominfo agar konsisten menegakkan peraturan antara lain registrasi kepemilikan alat komunikasi satu orang harus dibatasi pada jumlah kepantasannya, jangan seperti sekarang satu orang bisa beli alat komunikasi sampai ratusan.

Menurut Alvin, sudah tidak benar dan hanya menyandarkan pada urusan profit atau kepentingan bisnis semata, maka pantaslah kominfo mengalami kesulitan menutup situs porno dan lainnya.  Karena pertumbuhan pemakainya sangat cepat dan bebas.

Pembicara lain Brent D. Ward JD Ahli penegak hukum untuk Drug, Traficking &Pornografi dari USA dan dr. Pukovisa Prawirohardjo ahli Syaraf peneliti gangguan otak akibat pornografi, mengungkapkan keprihatinan yang sama dengan pembicara yang lain.

Acara Seminar ini dihadiri juga Francisca Sestri Sekjen LPER dan Ketua Bidang Hukum & Legal Nenden Esty Nurhayati.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here