Home Nasional LIPI Akui Profesi Peneliti Kalah Populer Dibanding YouTuber

LIPI Akui Profesi Peneliti Kalah Populer Dibanding YouTuber

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan profesi peneliti kalah populer dibandingkan profesiYouTuber di mata generasi milenial. Popularitas YouTuber yang lebih dikenal tak ubahnya sebuah fenomena di era digital.

Plt Kepala Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas Mila Kencana mengatakan profesi YouTuber sangat digandrungi generasi milenial di era digital sekarang.

“Profesi peneliti menjadi profesi yang kurang diminati. Apalagi di era digital ini orang-orang mau jadi YouTuber,” kata Mila dalam diskusi Young Researchers Contribute to Global Challange di kantor LIPI, Jakarta, Senin (13/5).

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI Nanang Masruchin mengatakan YouTube bisa digunakan sebagai platform untuk mempopulerkan profesi peneliti.

Selayaknya YouTuber, peneliti diharapkan bisa membuat konten yang menarik bagi masyarakat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Peneliti di LIPI menurut Nanang, bisa memanfaatkan konten yang fokus ke topik ilmu pengetahuan.

“Kalau kita mau bikin konten sebenarnya coba itu kan YouTuber punya ciri khas sendiri-sendiri. Menurut saya konten ilmiah itu belum ada. Konten tentang dunia penelitian,” pungkas Nanang.

Nanang menjelaskan LIPI memiliki tenaga pendukung penelitian yang membantu mempublikasikan temuan atau riset peneliti. LIPI difokuskan untuk melakukan penelitian, tanpa harus memikirkan sosialisasi riset ke masyarakat.

“Peneliti fokus saja ke riset. Sekarang sudah dibentuk tenaga pendukung penelitian. Yang bertugas untuk sesi kehumasan, dokumentasi dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Akan tetapi, konten yang dihasilkan tetap merupakan kolaborasi antara peneliti selaku pencipta riset dengan tenaga pendukung penelitian tersebut. Nanang mengatakan hal ini sudah dilakukan di negara-negara maju.

“Ini sebenarnya apa yang dilakukan sama negara-negara maju. Mereka bisa sampai meraih Nobel karena mereka fokus, tidak mengurusi hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawab tupoksi mereka,” ucapnya.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here