Home Nasional Kurang Melek Digital, Hasil Studi Ungkap Orangtua Lebih Sering Sebarkan Hoaks

Kurang Melek Digital, Hasil Studi Ungkap Orangtua Lebih Sering Sebarkan Hoaks

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di Science Advances, sebagian besar hoaks atau berita palsu yang beredar di dunia maya ternyata dibagikan oleh mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Dikutip dari New York Times, Jumat (11/1), kelompok umur ini cenderung membagikan berita palsu tujuh kali lebih banyak daripada mereka yang berusia 29 tahun ke bawah, dan ini terlepas dari ideologi, tingkat pendidikan, atau afiliasi politik.

“Ketika kami mengemukakan temuan usia, banyak orang yang tak terlalu terkejut dengan hal itu. Fakta bahwa itu terlepas dari sifat-sifat lain ini cukup mengejutkan bagi saya. Bukan hanya didorong oleh orangtua yang lebih konservatif,” ujar Andrew Guess, salah satu tim peneliti.

Penelitian ini sendiri memang tidak benar-benar menyebut alasan kenapa orang yang lebih tua berbagi berita palsu lebih sering daripada kelompok umur lainnya. Ada dugaan bahwa kurangnya keterampilan melek digital menjadi faktor yang paling kuat di sini.

Hoaks atau berita palsu sendiri memang semakin menjadi masalah besar di dunia maya dan bagi banyak platform media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Kedua platform besar itu dan platform lainnya terus berupaya memberantas hoaks dengan berbagai metode yang digencarkan.

Sementara itu, ada juga inisiatif yang diambil oleh sekolah-sekolah yang bertujuan untuk mengajari anak-anak bagaimana menentukan apakah suatu sumber berita valid atau tidak. Nah, melihat hasil studi ini sepertinya bukan hanya anak-anak saja yang harus mendapat pembelajaran tersebut, tapi juga mereka yang lansia.(Aku).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here