Home Nasional Kontribusi UKM Tembus 4,48 Persen, Pemerintah Optimis Mampu Lebih Baik

Kontribusi UKM Tembus 4,48 Persen, Pemerintah Optimis Mampu Lebih Baik

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) optimis bahwa sektor ekonomi Indonesia akan lebih baik di tahun 2019 mendatang, berikut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi.

Pernyataan tersebut keluar ketika Zabadi menunjukan data-data kontribusi signifikan Koperasi dan UKM terhadap produk domestik bruto (PDB).

” Secara makro jelas koperasi dan UKM terjadi pertumbuhan yang signifikan, dapat dilihat dari peningkatan kontribusi UKM dan koperasi yang naik setiap tahunnya terhadap PDB Indonesia,” ujar Zabadi dalam acara Diskusi Panel Proyeksi Perekonomian 2019, Peluang Dan Tantangan Bagi KUKM di Auditorium Kementerian Koperasidan UKM. Jakarta, Rabu (8/11).

Zabadi menambahkan bahwa kontribusi koperasi dan UKM pada tahun 2016 hanya mampu menembus angka 3,9%. Namun di tahun ini Kontribusi UKM berhasil menembus 4,48%.

Melalui data tersebutlah, Zabadi meegaskan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan reformasi total koperasi yang sudah sejalan dengan pelaksanaan rehabilitasi koperasi.

” Kita bisa lihat banyak koperasi yang sesungguhnya tidak aktif dan kita khawatir kalau ini tidak segera dibubarkan bisa menjadi zombie, muncul hilang lagi,” ujar Zabadi.

Saat ini, lanjut Zabadi, sudah ada 40.013 koperasi yang kami bubarkan terkait orientasi pengembangan koperasi dalam peningkatan kualitas.

” Pembubaran tersebut tidak semerta-merta menjadi penurunan performance koperasi, justru malah menjadi peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB,” ujar Zabadi.

Di kesempatan yang sama, Coorporate Secretary dan Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto menyatakan meski bulan depan Federal Reserve System (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat bisa dipastikan akan menaikan Federal Funds Rate (FFR) atau suku bunga antarbank, namun pihaknya optimis Indonesia dapat bertahan.

Bukan rahasia lagi jika ekonomi global akan mempengaruhi ekonomi negara berkembang seperti Indonesia. Termasuk mempengaruhi nilai kurs mata uang rupiah lantaran dollar AS menguat.

Seperti halnya ketika Amerika Serikat merubah suku bunganya maka terjadi kenaikan inflasi yang tajam yang pada akhirnya telah memberikan pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan APBN 2019 diperkirakan masih pada kisaran nilai tukar Rp.15 ribu.

“Jangan kuatir segmen pelaku usaha relatif mempunyai daya tahan yang baik terhadap perubahan ini, karena biasa menghadapi perubahan,” ujar Ryan dalam ketika memaparkan datanya.(Aku).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here