Home Nasional Komisi XI DPR Minta Ketua OJK Baru Tingkatkan Pasar Modal

Komisi XI DPR Minta Ketua OJK Baru Tingkatkan Pasar Modal

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng menilai terpilihnya Wimboh Santoso menjadi ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah sangat tepat.

“Kita berharap dengan terpilihnya Ketua OJK yang baru mampu berkomunikasi dengan pelaku pasar modal. Bukan hanya dengan DPR, tapi juga analisa efek, “ujar Melchias, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (13/6).

Selain itu lanjut Melchias dibawah kepemimpinan Wimboh nantinya dana-dana asuransi pensiun dan perbankan bisa lebih ditingkatkan menjadi lebih baik karena saat ini dinilai masih kecil hanya sekitar Rp 6.000 triliun.

Tak hanya itu. Wimboh juga perlu melibatkan stake holder untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berinvestasi di pasar modal. “Sampai saat ini masalah investasi di pasar modal belum menjadi budaya. Padahal, pasar modal adalah investasi penting selain dunia perbankan. Ketika Pasar modal maju maka perekonomian juga maju,” ujar Melchias.

Melchias mencontohkan maraknya investasi bodong yang terjadi diberbagai daerah hingga merugikan masyarakat karena kurangnya pemahaman literasi yang dimiliki.

“Bayangkan akibat investasi bodong masyarakat dirugikan sebesar Rp 4 triliun. Ini jumlah yang tidak sedikit dan ke depan dibawah kepemimpinan pak Wimboh tidak boleh terjadi lagi,”” tegas politisi Partai Golkar itu.

Karenanya, perlunya melibatkan berbagai asosiasi pebisnis untuk mengedukasi kepada masyarakat. “Kalau ini dilakukan OJK seorang diri maka tidak akan sanggup, karena Indonesia sangat luas dan besar,” ujarnya.

Melchias berharap OJK di bawah kepemimpinan Wimboh mampu lebih maju lagi. “Kalau di luar negeri OJK dipegang murni pebisnis, tapi di Indonesia mayoritas birokrat. Ini yang kadang kebijakan OJK kadang tidak macht (sejalan) dengan pelaku bisnis,” tuturnya.

Diakuinya, dari tujuh DK OJK hanya dua orang pelaku bisnis. Namun, Melchias optimis OJK mampu meningkatkan investasi di pasar modal bila mendengar dan melaksanakan apa yang dikemukakan pelaku bisnis dan DPR.
“Kadang kalau diajak dengar pendapat OJK hanya mendengar saja, tidak melaksanakan yang didengar,” ujarnya.

Sementara, Ketua Umum Asosiasi Efek Indonesia Haryajid Ramelan mengatakan, perkembangan pasar modal masih jauh dari harapan. “Sekarang Hanya sekitar 540-an, dan investor hanya Rp 500 juta dalam menanam modal di pasar modal, dan ini sangat kecil,” ujarnya.

Dia mengatakan, Wimboh, Nurhaida, dan Hoesein sudah punya pengalaman dalam pasar modal, sehingga ke depan Haryajid optimis kepengurusan OJK yang baru akan menata dan membangun dunia pasar modal lebih baik lagi.

“Apalagi pak Hoesen pernah menjadi pimpinan di pasar modal jadi optimis ke depan dunia pasar modal lebih baik lagi dari sebelumnya,”ujarnya. (Ian).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here