Home Nasional KKP: Ketahanan Pangan Jadi Tantangan Besar Tiap Negara

KKP: Ketahanan Pangan Jadi Tantangan Besar Tiap Negara

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengatakan, isu ketahanan pangan merupakan tantangan besar saat ini. “Isu ketahanan pangan saat ini menjadi tantangan besar di setiap negara,” kata Slamet Soebjakto, Senin, (11/9).

Menurut Slamet, dengan adanya fenomena pertambahan jumlah penduduk yang kian cepat, sudah barang tentu akan memicu kebutuhan pangan bagi masyarakat. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan, perlu upaya mendorong produktivitas sumber daya berbasis pangan dalam kerangka pengelolaan yang bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Untuk itu, kata Slamet, KKP terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksi pangan dari sektor perikanan, salah satunya melalui peningkatan produktivitas lahan. “Namun demikian, hal itu harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha,” paparnya.

Slamet mengemukakan bahwa salah satu teknologi efektif dan efisien dalam kegiatan budidaya yang telah dikembangkan antara lain adalah program minapadi. Program ini memungkinkan satu lahan tidak hanya dikembangkan satu jenis tetapi multikomoditas sehingga diharapkan produktivitas lahan juga akan meningkat.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan ke depan bukan politik dan hukum yang akan menjadi penglima, tapi justru urusan pangan. “Siapa yang punya pangan, dia yang mengendalikan,” kata Presiden Jokowi saat orasi pada sidang terbuka dalam rangka “dies natalis” Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu pekan lalu. Ke depan, seluruh negara diperkirakan bakal berebut pangan, energi, dan air sehingga perlu disiapkan logistik yang memadai agar negara tidak mudah ditundukkan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan deflasi yang terjadi pada Agustus 2017 menandakan harga bahan pangan atau yang termasuk harga barang bergejolak telah membaik dan cukup terjaga. Laju inflasi rendah hingga Agustus 2017 ini harus terus dijaga hingga akhir tahun, dengan mengantisipasi tekanan dari volatile foods dan mengendalikan tekanan dari kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices).(Tem).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here