Home Nasional Kemenkop Fasilitasi 20 KUKM di SIAL Interfood 2018

Kemenkop Fasilitasi 20 KUKM di SIAL Interfood 2018

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM memfasilitasi 20 Koperasi dan UKM (KUKM) dari delapan Provinsi untuk ikut memeriahkan acara SlSalon International de l’alimentation (SIAL) Interfood 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Delapan provinsi tersebut, DKI Jakarta (2 KUKM), Banten (1 KUKM), Jawa Barat (7 KUKM), Jawa Tengah (1 KUKM), Jawa Timur (5 KUKM), D I Yogyakarta (2 KUKM), Maluku (1 KUKM), dan Kalimantan Timur (1 KUKM).

Secara resmi SIAL Interfood 2018 dibuka Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri A.

Selain Indonesia, event yang menawarkan beragam produk olahan hingga bumbu masak ini diikuti 1.000 peserta dari 34 negara lainnya.

“Kemenkop dan UKM mendukung penuh penyelenggaraan SIAL Interfood 2018. Dukungan itu antara lain berupa fasilitas bagi 20 KUKM berasal dari delapan provinsi,” kata Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop dan UKM di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Ke 20 KUKM, lanjut Victoria, nanti menampilkan produk makanan dan minuman, seperti kacang kenari (Natsepa), olahan tepung singkong (Ladang Lima), cokelat (Cokelat Ndalem & Mones Chocolate), dan moci ice cream (Momochi).

Kemudian ada, bawang goreng (Bawang Bawuk & Gari Gari), jahe merah (SR Herbal), minuman herbal (Moonshine), keripik combro (Comed), bumbu spaghetti (Larisso), minuman (Sojavu, Soogeh, & Klopo) rendang suwir (Adesha) dan makanan ringan (Kampoeng Timoer, Mr Froniez, Sahabat Pangan, Joshfood, Inapiesusu) .

“Hasil transaksi retail selama pameran yang berlangsung empat hari itu mencapai  Rp208.265.000. Dan order potensial sebesar Rp2.514.565.000 dari buyer internasional yang berasal dari China, Thailand, Taiwan, Malaysia, Hongkong dan Korea,” bebernya.

Pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk fasilitas pameran, lanjut dia, diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran produk KUKM khususnya sektor makanan dan minuman.

“Pemerintah saat ini sangat fokus pada revolusi industri 4.0, dimana salah satu sektor utamanya adalah makanan dan minuman,” imbuhnya.

Industri makanan dan minuman, lanjut dia, mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas.

“Dimana peran subsektor industri makanan dan minuman yang terbesar dari subsektor lainnya yaitu sebesar 34,33% pada tahun 2017,” katanya

Pada kesempatan tersebut Victoria melakukan dialog dengan para KUKM yang difasilitasi di stand Kementerian Koperasi dan UKM, terkait pengembangan desain kemasan, sertifikasi produk dan harapan dukungan pemerintah bagi pengembangan usaha KUKM

“Kami ingin KUKM agar lebih memperhatikan sertifikasi produk seperti merek, ISO, dan HACCP untuk kemanan konsumen dan mempermudah KUKM dalam melakukan ekspor,” ungkapnya. (Ind).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here