Home Nasional Kemenkeu: Perekonomian Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Kemenkeu: Perekonomian Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, bahwa tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya bersumber dari dinamika perekonomian global yakni tekanan pasar keuangan akibat normalisasi moneter AS, moderasi ekonomi China, proteksionisme, perang dagang AS dan China, ketegangan geopolitik dan perubahan iklim atau cuaca ekstrim.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang sehat, terkendalinya inflasi, ruang moneter yang memadai dengan suku bunga dan cadangan devisa, terjaganya kepercayaan konsumen dan stabilitas politik.

Dalam menghadapi defisit transaksi berjalan, Suahasil mengemukakan strategi perbaikan melalui kebijakan fiskal diantaranya pengendalian impor melalui penggunaan B20, kenaikan tarif impor barang konsumsi, peningkatan komponen lokal pada proyek infrastruktur serta mendorong ekspor dan investasi.

“Di tahun 2019, rancangan APBN turut mendorong investasi dan daya saing melalui pembangungan sumber daya manusia dengan peningkatan kualitas belanja yang didukung penguatan akuntabilitas,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/9).

Sementara, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra turut memaparkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi global akan melambat seiring dengan berakhirnya kebijakan relaksasi moneter dari berbagai bank sentral utama dunia.

Di sisi lain, isu perang dagang AS dan China juga masih menjadi tema utama dalam pengambilan keputusan investasi tingkat global. Ini semua turut memberi dampak terhadap pergerakan rupiah dan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Aldian mengemukakan beberapa kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah seperti menunda proyek infrastruktur yang non-prioritas, implementasi B20, kebijakan pajak impor dan promosi pariwisata.

“Standard Chartered memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 dan 2019 masing-masing pada kisaran 5,1% dan 5,2%. Sementara nilai tukar rupiah pada kisaran Rp14.200 dan Rp14.600 per USD di tahun 2018 dan 2019,” pungkasnya.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here