Home Nasional KEIN Gandeng Stakholder Singkong Fokus Pada Hilirisasi

KEIN Gandeng Stakholder Singkong Fokus Pada Hilirisasi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menggandeng para stakeholder komoditas singkong untuk memperkaya penyusunan roadmap industrialisasi pertanian dan kehutanan berbasis pohon industri dan sistem klaster-kawasan.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan KEIN, Benny Pasaribu mengatakan  pendapat atau masukan dari para stakeholder komoditas singkong nantinya dijadikan policy memo untuk pemerintah dalam rangka hilirisasi ke depan yang dapat memberikan nilai tambah kepada pelaku ekonomi atau petani singkong di hulu.

Benny menambahkan, dengan adanya hilirisasi tersebut diharapkan daya saing hasil industri akan meningkat dan berkembang karena dekat dengan bahan baku, sementara hilirnya di fokuskan dalam satu kawasan yang dekat dengan pelabuhan atau bandara.

“Jadi dengan hilirisasi semuanya jelas dan terangkum dengan baik,” kata Benny dalam Fokus Group Diskusi (FGD) KEIN bersama para stakeholder komoditas singkong, di Jakarta, Rabu (20/9).

Sementara itu, Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Suharyo Husein mengatakan, melalui hilirisasi atau pengembangan sistem klaster industri agro singkong, industri berbahan baku singkong (tapioka, mocaf dan sebagainya) ke depan akan semakin berkembang.

“Jika model pembangunan klaster industri agro singkong di terapkan, Indonesia bisa menjadi eksportir tapioka dan produk turunan singkong lainnya,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubdit Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan, Kementerian Perindustrian, Sri Hadisetyana mengatakan peran pemerintah dalam pengembangan industrialisasi singkong berbasis klaster – kawasan  masih sebatas menarik investasi industri dengan menyediakan tempat industri dibangun.

“Seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan telah tersedia, setelah itu baru kebijakan yang menyangkut arah pertumbuhan populasi serta arah peningkatan produktifitasnya,” kata Sri.

Selain itu, kata Sri arah kebijakan pembangunan industri juga baru berupa pengembangan perwilayahan industri di luar pulau Jawa. Diantaranya wilayah pusat pertumbuhan industri terutama yang berada dalam kawasan ekonomi, kawasan peruntukan industri, kawasan industri dan sentra IKM. (Smn).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here