Home Nasional Kebutuhan Gula Rafinasi Industri Naik 5%

Kebutuhan Gula Rafinasi Industri Naik 5%

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyampaikan bahwa kebutuhan bahan baku berupa gula rafinasi diprediksi naik hingga 5% tahun ini karena adanya target pertumbuhan di sektor industri makanan dan minuman.

“Diperkirakan kebutuhan 2019 meningkat sekitar 5%. Stok saat ini cukup,” kata Ketua Umum Gapmmi Adhi Lukman pada Rabu (23/1).

Kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman sepanjang 2019 mencapai 3,6 juta ton. Namun, rapat koordinasi terbatas memutuskan bahwa impor gula mentah tahun ini sebesar 2,8 juta ton, mengingat masih terdapat stok di industri sekitar 800 ribu ton.

Jumlah tersebut belum memperhitungkan kenaikan kebutuhan sebesar 5%, seperti yang disampaikan Adhi. “Pemerintah akan review setiap tiga bulan dan bila dibutuhkan akan ditambah,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gapmmi Rahmat Hidayat menambahkan, jika industri makanan dan minuman tumbuh, maka kenaikan kebutuhan bahan baku tidak dapat dihindari.

“Kalau industrinya tumbuh, ada kemungkinan lebih dari 3,6 juta ton kebutuhannya. Kami yakin pemerintah akan bijak untuk melihat ini,” ujar
Rahmat.

Diketahui, Kementerian Perindustrian membidik pertumbuhan industri makanan dan minuman tumbuh 9,8% hingga akhir 2019. Industri ini menjadi salah satu sektor andalan untuk mendongkak pertumbuhan industri nasional yang angkanya ditargetkan tumbuh 5,4% tahun ini.

Selain industri makanan dan minuman, juga ada empat industri lainnya yang diharapkan bantu tingkatkan angka pertumbuhan ekonomi, yakni industri mesin, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit barang dari kulit dan alas kaki, industri barang logam komputer dan barang elektronik. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here